KODE SKRIPSI JUDUL SKRIPSI
JR20 Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia yang Menderita Penyakit Kronis di RS XX
JR21 Hubungan Interaksi Sosial dengan Motivasi Belajar Pada Remaja di SMA XX
JR22 Hubungan Kualitas Tidur Dengan Adaptasi Fisiologis Masa Postpartum di Klinik XX

Continue reading

Dukungan Psikososial Keluarga dalam Penyembuhan Pasien NAPZA di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi XX

Dukungan psikososial keluarga dalam masa pemulihan pasien NAPZA sangat diperlukan mengingat salah satu faktor yang menyebabkan pasien menyalahgunakan NAPZA adalah keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi besarnya dukungan psikososial keluarga dalam penyembuhan pasien NAPZA di Poliklinik Narkoba Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi XX dengan menggunakan desain deskriptif. Sampel diambil dari keluarga yang menemani pasien NAPZA saat berobat dengan menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 30 sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan psikososial keluarga dalam penyembuhan pasien NAPZA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan Psikososial keluarga dalam penyembuhan pasien NAPZA yaitu maksimal (70 %). Dukungan maksimal juga didapatkan dari dukungan informasional keluarga (50 %), dukungan penilaian keluarga (50 %), dukungan instrumental keluarga (70 %), dukungan emosional keluarga (73.3 %). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi tentang pentingnya dukungan psikososial keluarga dalam penyembuhan pasien NAPZA bagi perawat dan untuk meningkatkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien NAPZA di Poliklinik Narkoba Rumah Sakit Jiwa Daerah XX.

[ KODE FILE : ME12 ]

Pengelolaan Pelayanan dan Asuhan Keperawatan Pasien dengan Perdarahan Uterus Disfungsional (PUD) di Ruangan XX RS. XX

Usia tua merupakan fase akhir dari rentang kehidupan. Namun pada tahap lebih lanjut dapat memberikan ancaman masalah pada kesehatan. Penuaan ditandai dengan adanya kemunduran biologis dan mengalami sakit kronis. Keluarga merupakan support system utama bagi usia lanjut dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Subjek dalam praktek belajar lapangan komprehensif ini adalah lima lansia beserta keluarganya yang tinggal di wilayah binaan Kelurahan XX. Setelah dilakukan pengkajian terhadap lansia dengan penyakit kronik, keluhan yang paling sering dialami lansia yakni nyeri, kelelahan, dan imobilitas. Berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan kepada keluarga, diperoleh bahwa perawatan keluarga terhadap lansia dinilai cukup. Salah satu intervensi yang dapat diberikan kepada lansia yakni rentang pergerakan (ROM). Setelah diajarkan tentang ROM, rentang pergerakan lansia menjadi lebih maksimal dan kekakuan pada ekstremitas menurun. Latihan ROM aktif dan pasif dapat meningkatkan mobilitas sendi bila dilakukan secara rutin dan teratur untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi. Kepada keluarga juga diajarkan tentang cara merawat lansia dengan penyakit kronis sesuai dengan lima tugas kesehatan keluarga. Tugas kesehatan keluarga dalam merawat lansia dengan penyakit kronis sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia, yakni dengan membantu lansia mengurangi nyeri, mengatasi kelemahan dan imobilitas serta memenuhi kebutuhan kesehatan lansia. Keluarga mengerti akan pendidikan kesehatan yang diajarkan dan dapat menerapkan dengan baik kepada lansia. Berdasarkan hasil praktik belajar lapangan komprehensif ini, disarankan kepada segenap pelayanan kesehatan agar meningkatkan pengoptimalan fungsi KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi). KIE sangat penting untuk dilakukan dan diberikan kepada keluarga yang merawat lansia dengan penyakit kronik.

[ KODE FILE : ME11 ]

Persepsi Pasien Tentang Perilaku Caring Perawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota XX

Perilaku caring merupakan suatu sikap, rasa peduli, hormat dan menghargai orang lain, artinya memberikan perhatian yang lebih kepada seseorang dan bagaimana seseorang itu bertindak karena perilaku caring merupakan perpaduan perilaku manusia yang berguna dalam peningkatan derajat kesehatan dalam membantu pasien yang sakit. Perilaku caring sangat penting untuk mengembangkan, memperbaiki dan meningkatkan kondisi atau cara hidup manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Persepsi pasien tentang perilaku caring perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien yang di rawat di Ruang Rawat Inap RSUD XX. Desain penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dimulai sejak tanggal 1 November sampai tanggal 30 November 20xx. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner data demografi dan kuesioner perilaku caring perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas (80%) menyatakan bahwa perawat di ruang rawat inap sudah menunjukkan perilaku caring dalam melakukan asuhan keperawatan pada klien dan (20%) menyatakan bahwa perilaku perawat tidak caring. Berdasarkan 10 faktor caratif, faktor no. 5 metode pemecahan masalah merupakan faktor yang paling menonjol dilakukan oleh perawat (83,6%). Sedangkan faktor no. 6 merupakan faktor caring yang mempunyai nilai skor paling rendah (74,5%). Berdasarkan hasil diatas penelitian ini merekomendasikan agar Rumah Sakit Langsa dapat menerapkan program model pengembangan perilaku caring perawat sebagai kinerja perawat dapat meningkat lebih jauh sehingga dapat meningkatkan citra Rumah Sakit Langsa secara keseluruhan.

[ KODE FILE : ME10 ]

Gambaran Stressor Dan Koping Mahasiswa Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi Fakultas Keperawatan Universitas XX

Fakultas Keperawatan Universitas XX menerapkan sistem pembelajaran KBK pada mahasiswa pendidikan sarjana angkatan 20xx dan 20xx untuk meningkatkan kualitas lulusannya sesuai kompetensi praktik keperawatan. Tuntutan dan sistem pembelajaran KBK tersebut dapat menjadi stressor yang memicu timbulnya stres pada mahasiswa dan usaha aktif yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasinya disebut dengan koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stressor dan koping mahasiswa pembelajaran kurikulum berbasis kompetensi Fakultas Keperawatan XX. Desain penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel dengan menggunakan stratified random sampling. Besar sampel yang digunakan sebanyak 66 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner data demografi, kuesioner stressor mahasiswa dan pertanyaan terbuka mengenai koping yang digunakan mahasiswa. Pengumpulan data berlangsung pada bulan Mei sampai Juni 20xx. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa KBK mengalami stres saat mengikuti perkuliahan dan melakukan usaha tertentu untuk mengatasinya. Stressor yang dialami mahasiswa berasal dari lingkungan fisik, psikologis, dan psikososial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah stressor utama yang dikeluhakan mahasiswa KBK adalah terkait dengan mempersiapkan ujian blok (75,8%) dan fungsi koping yang digunakan adalah koping yang berfokus pada emosi yaitu escape avoidance (59,1%). Instansi pendidikan keperawatan perlu mengadakan unit konseling untuk membantu mahasiswa yang bermasalah dalam pendidikan, membagi mahasiswa ke dalam dua kelas agar kelas tidak terlalu penuh, dan melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan di kelas.

[ KODE FILE : ME09 ]

Persiapan dan Perawatan Persalinan Ibu Primipara dan Multipara Di RSUD XX

Persiapan dan perawatan merupakan prosedur dan pola pelaksanaan dalam kegiatan rutin pada sebagian rumah sakit. Persiapan antara lain informasi, intervensi kecemasan, keikutsertaan dalam perencanaan, berkenalan dengan staf dan perawatan antara lain kebutuhan fisik, kebutuhan psikologi. Pentingnya dalam proses persiapan dan perawatan persalinan ialah agar ibu dan janinnya selamat, sehingga diperlukan persiapan dan perawatan yang baik. Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal dalam kehidupan. Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial bagi ibu dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara dan multipara di RSUD XX. Desain deskriptif yang digunakan deskriptif komparatif. Populasi yang diambil dari ibu primipara dan ibu multipara sebanyak 64 orang, dengan sampel masing-masing sebanyak 32 orang, diambil dengan tehnik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji independent t-test. Hasil menunjukkan bahwa persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara dan multipara tidak berbeda secara signifikan (t = 0.550, p =0.584, 2-tailed). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesa penelitian ditolak. Disarankan pada pelayanan keperawatan baik keperawatan komunitas maupun keperawatan maternitas perlu dipertimbangkan dan dilakukannya penyuluhan bagi ibu bersalin dalam upaya mengatasi masalah yang berhubungan dengan persiapan dan perawatan persalinan, informasi yang diberikan akan menggantikan ketidaktahuan ataupun memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perubahan-perubahan yang mempengaruhi fisik maupun psikologisnya.

[ KODE FILE : ME08 ]

Persepsi Mahasiswa Tentang Efektivitas Metode Pembelajaran Di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten XX

Metode pembelajaran adalah teknik atau pendekatan yang digunakan oleh pengajar agar peserta didik dapat memahami isi materi yang akan dipelajari. Pembelajaran yang efektif adalah suatu keterampilan yang dapat dipelajari untuk mengembangkan pengetahuan tentang proses pendidikan termasuk metode pembelajaran yang ada dan cara penggunaannya pada beranekaragam peserta didik dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas metode pembelajaran di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten XX. Penelitian ini dilakukan di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten XX selama bulan Oktober s/d Desember 20xx dengan menggunakan desain deskriptif. Tekhnik sampling yang dipergunakan pada penelitian ini adalah proporsional dengan cara cluster sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran di Akademi Keperawatan Pemerintah kabupaten XX berjalan efektif. Persentase responden yang menyatakan efektif metode ceramah 90,7%, metode diskusi 92% dan metode demonstrasi 66,7%. Penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi Akademi Keperawatan Pemerintah kabupaten XX dalam hal penggunaan metode pembelajaran yang lebih efektif agar strategi mengajar dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan memperbaiki kekurangan- kekurangan dalam proses pembelajaran yang telah diteliti dalam penelitian ini.

[ KODE FILE : ME07 ]

Peran Perawat dalam Pengendalian Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit Umum Daerah XX

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat pasien selama dirawat yang terjadi selama 72 jam dimana sebelumnya pasien tersebut tidak menunjukkan tanda dan gejala infeksi pada saat masuk rumah sakit. Infeksi nosokomial berkaitan langsung dengan peran perawat dalam pemberian asuhan keperawatan. Adapun peran perawat dalam pemberian asuhan keperawatan untuk mengendalikan terjadinya infeksi nosokomial yaitu menjaga kebersihan rumah sakit yang berpedoman terhadap kebijakan rumah sakit dan praktik keperawatan; pemantauan teknik aseptik termasuk cuci tangan dan penggunaan isolasi; melapor kepada dokter jika ada masalah-masalah atau tanda dan gejala infeksi pada saat pemberian layanan kesehatan; melakukan isolasi jika pasien menunjukkan tanda-tanda dari penyakit menular; membatasi paparan pasien terhadap infeksi yang berasal dari pengujung, staf rumah sakit, pasien lain, atau peralatan yang digunakan untuk diagnosis atau asuhan keperawatan; mempertahankan keamanan peralatan, obat-obatan dan perlengkapan perawatan di ruangan dari penularan infeksi nosokomial. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan teknik random sampling dan didapatkan 61 perawat sebagai sampel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perawat dalam pengendalian infeksi nosokomial di ruang rawat inap RSUD XX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perawat dalam pengendalian infeksi nosokomial baik sebesar 37,7% dan peran perawat dalam pengendalian infeksi nosokomial cukup baik sebesar 62,3%. Peneliti mengharapkan kepada pihak rumah sakit untuk meninggkatkan mutu asuhan keperawatan dengan mengadakan pelatihan tentang infeksi nosokomial.

[ KODE FILE : ME06 ]

Perilaku Caring Perawat dalam Melakukan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD XX

Caring merupakan sentral praktik keperawatan. Perilaku caring perawat sangat dibutuhkan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Pentingnya perilaku caring dalam pemberian asuhan keperawatan kepada pasien untuk tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal dan asuhan keperawatan yang bermutu sehingga kepuasan akan dirasakan pasien dan mendorong untuk mempercepat kesembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku caring perawat dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien di ruang rawat inap RSUD XX. Dengan menggunakan desain deskriptif, pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 55 orang diambil dari seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap dan sudah menjadi pegawai negeri sipil. Instrument penelitian ini terdiri dari kuesioner data demografi dan kuesioner perilaku caring perawat yang dikembangkan menurut kesepuluh faktor caratif Watson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,7% responden menunjukkan perilaku caring baik dan 47,3% responden menunjukkan perilaku caring cukup. Perilaku caring yang baik dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan dan tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal.

[ KODE FILE : ME05 ]

Tingkat Kepatuhan Minum Obat Penderita Tuberculosis Paru Di Poli Paru Rumah Sakit XX

Tuberkulosis paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kepatuhan terhadap pengobatan membutuhkan partisifasi aktif pasien dalam manajemen keperawatan diri dan kerja sama antara pasien dengan petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepatuhan minum obat penderita TB Paru di Poli Paru Rumah Sakit XX. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan populasi adalah seluruh penderita TB Paru positif di Poli Paru Rumah Sakit XX sebanyak 39 orang selama 1 bulan. Pengambilan sampel menggunakan cara Accidental yaitu pasien Tuberculosis Paru positif dengan kategori 1. Hasil yang didapat penelitian ini dari 28 responden bahwa mayoritas (82,1%) responden patuh dalam minum obat TB. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien terutama dalam melakukan pelayanan medis.

[ KODE FILE : ME04 ]