Archive | Oktober 2011

“Faktor Pengaruh Pemasangan Kateter Tetap Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Kemih (ISK) di RSUD XX”

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang disebabkan oleh adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus urinarius, de­ngan atau tanpa disertai tanda dan gejala. Kateterisasi membawa risiko besar untuk terjadinya infeksi saluran kemih dan dianggap sebagai salah satu penyebab utama infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang distribusi klien yang mengalami ISK akibat pemasangan kateter berdasarkan tingkat pendidikan responden, pengetahuan responden, jenis kelamin, usia, dan jenis penyakitnya serta untuk mengetahui tentang gambaran tentang pengaruh prosedur pemasangan kateter, prosedur perawatan kateter, dan lama kateter terpasang terhadap kejadian ISK.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif melalui desain cross sectional study. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah semua klien dewasa yang terpasang kateter tetap. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Sampel yang didapatkan berjumlah 30 responden di ruang perawatan dewasa baik laki-laki maupun wanita. Data diperoleh melalui instrumen penelitian berupa kuesioner untuk variabel tingkat pendidikan, pengetahuan, jenis kelamin, usia, pekerjaan dan jenis penyakitnya dan lembar  observasi untuk variabel prosedur pemasangan kateter, prosedur perawatan kateter, dan lama kateter terpasang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pada kriteria penafsiran perhitungan prosentase yang telah ditetapkan sebelumnya menunjukkan bahwa pengaruh faktor-faktor tersebut yang tidak lain adalah variabel independen berada pada rentang dibawah 33% yang  berarti bahwa  tingkatan pengaruh masing-masing variabel terhadap kejadian infeksi saluran kemih pada responden yang terpasang kateter tetap berada pada tingkatan pengaruh yang rendah.

Kode file : MB007
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, daftar isi, dll)
–    Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka.
–    Lampiran2 (kuesioner, powerpoint, dll)

Bentuk file : Ms.Word

“Efektifitas Perawatan Luka Dengan Tehnik Tertutup Dan Terbuka Terhadap Penyembuhan Luka Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir Di Ruang Perinatologi Rumah Sakit XX”

Persalinan adalah proses dimana seorang ibu melahirkan bayinya. Pada saat bayi baru lahir terjadi proses adaptasi dengan dunia luar yang jauh berbeda dengan keadaan dalam rahim sehingga terjadi perubahan (Jumiarni, 1994). Akibat perubahan lingkungan dari uterus ke luar uterus, maka bayi baru lahir menerima rangsangan yang bersifat kimiawi, mekanis dan termis. Hasil dari rangsangan ini membuat bayi akan mengalami perubahan metabolisme, pernafasan, sirkulasi dan lain-lain (Wiknjosastro H, 2002). Disamping itu bayi dituntut melakukan metabolisme dan melaksanakan segala sistem tubuhnya sendiri seperti bernafas, mencerna, eliminasi dan lain – lain yang semula tergantung pada ibunya.

Desain penelitian adalah suatu rencana, struktur, dan strategi penelitian yang dimaksudkan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi dengan mengutamakan optimasi yang berimbang antara validitas dalam dan validitas luar dalam menggunakan pengendalian varian (Pratikyo, 2001).

Penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperimental ( Post Test Only Control Group Design ). Rangcangan ini berupaya mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol disamping kelompok eksperimental.  Tetapi pemilihan kedua kelompok tak menggunakan tehnik acak.dalam rancangan ini, kelompok ekperimental diberi perlakuan berbeda dengan kelompok lain, kemudian diadakan pengukuran kembali ( observasi ).

Efektifitas perawatan tehnik tertutup  terhadap penyembuhan luka tali pusat sebesar 30 % sembuh “cepat” , artinya hanya sebanyak 3 responden pada tehnik tertutup tali pusatnya lepas kurang dari 6 hari, keadaan ini disebabkan kondisi tali pusat yang cenderung lembab karena penguapan alkohol dalam  waktu 2 menit.

Kode file : MB006
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, daftar isi, daftar tabel, dll)
–    Bab 1 – 6 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka.
–    Lampiran 2 (kuesioner, SAP, dll)

Bentuk file : Ms.Word

“Pengaruh Pemberian Kompres Iodine Povidone Terhadap Kejadian Thromboplebitis Akibat Pemasangan Infus di RSU XX”

Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat harus peka terhadap perubahan dan tuntutan yang terjadi di dalam masyarakat antara lain pengaruh perkembangan sosial ekonomi masyarakat yang memungkinkan meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan yang bermutu. Salah satu tolak ukur kualitas pelayanan rumah sakit yang bermutu adalah rendahnya angka kejadian Infeksi Nosokomial ( Shafter Garizoa ; 2000 : 43).

Infeksi nosokomial adalah  infeksi yang sangat kompleks didapatkan seseorang saat berada dirumah sakit dimana penularannya dapat melalui petugas, pasien maupun dengan alat-alat yang digunakan oleh pasien itu sendiri baik yang invasif maupun non invasif yang merupakan suatu masalah yang sangat kompleks yang merupakan resultan dari berbagai masalah yang terjadi dirumah sakit. Hal  ini pun menandakan bahwa jaminan kualitas pelayanan masih kurang atau dibawah standar.

Ada  4 macam infeksi nosokomial yang menonjol terdapat di rumah sakit yaitu infeksi aliran darah, infeksi luka pembedahan, infeksi saluran kemih, dan infeksi saluran nafas thrombolebitis salah satu infeksi aliran darah yang merupakan suatu masalah kompleks yang sering terjadi di rumah sakit

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres bethadine terhadap kejadian thromboplebitis.  Jenis penelitan adalah kuasi eksperimen dengan cross sectional perlakuan diberikan kompres dengan bethadine yang tidak diencerkan atau yang telah diencerkan pada area pemasangan infus sedangkan kelompok kontrol adalah pemasangan infus yang tidak diberikan kompres bethadine pada area pemasangan. Penilaian dilakukan melalui lembar observasi. Teknik pengambilan sampel secara probabiliy sampling yaitu purposive sampling. Besarya sampel sebanyak 30 responden. Pada analisa data dengan perhitungan fisher exact test diperoleh nilai P=1,00 lebih besar dari nilai α=5% (0,05) artinya tidak ada pengaruh pemberian kompres iodine povidone  tidak encer dan encer terhadap kejadian thromboplebitis pada pemasangan infus dan mengetahui pengaruh pemberian kompres iodine povidone dan tanpa iodine povidone dengan perhitungan chi-square diperoleh nilai P=0,004 lebih kecil dari nilai α=5% (0,05) artinya ada pengaruh pemberian tanpa kompres iodine povidone terhadap kejadian thromboplebitis pada pemasangan infus dengan odds ratio 14 artinya ada peluang 14 kali terjadi thromboplebitis tanpa pemberian kompres iodine povidone. Pada hasil penelitian disimpulkan tidak ada pengaruh pemberian kompres iodine povidone pada area pemasangan infus terhadap kejadian thromboplebitis.

Kode file : MB005
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, Abstrak, daftar isi, daftar tabel, dll)
–    Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka.
–    Lampiran 2 (kuesioner, master tabel, power point, dll)

Bentuk file : Ms.Word

“Hubungan Antara Terapi Cairan Intravena Dengan Kejadian Phlebitis Di Rumah Sakit Umum XX”

Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang diakibatkan dari pemberian prosedur terapeutik dalam pelayanan kesehatan. Salah satu prosedur terapeutik yang sering menyebabkan timbulnya infeksi pembuluh darah vena adalah prosedur pemasangan infus. Phlebitis merupakan peradangan pada vena yang diakibatkan oleh beberapa faktor.

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan adanya hubungan antara terapi cairan intra vena dengan kejadian phlebitis pasien di Rumah Sakit. Metode yang digunakan adalah desain studi one shot case study, menggunakan subyek penelitian pada semua pasien yang akan diberikan tindakan terapi cairan intra vena dan perawat yang sedang bertugas di Rumah XX dalam kurun waktu penelitian. Penarikan sampel secara purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan daftar observasi dalam bentuk chek list. Analisis data secara univariate dan bivariate dengan menggunakan kai-kuadrat. Tingkat kepercayaan α (0.05).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pemilihan vena dengan kejadian phlebitis dengan p=1.00 > α (0.05), tidak ada hubungan viskositas cairan dengan kejadian phlebitis dengan p=1.00 > α (0.05), ada hubungan lama pemasangan degan kejadian phlebitis dengan p=0.01 < α (0.05), tidak ada hubungan tindakan pemasangan dengan kejadian phlebitis dengan p=0.67 > α (0.05), tidak ada hubungan alat pungsi dengan kejadian phlebitis dengan p=0.15 > α (0.05). Hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan lama pemasangan infus dengan kejadian phlebitis di Ruang Perawatan Dewasa Rumah Sakit Umum XX.  Lama pemasangan infus sebaiknya kurang dari 3×24 jam, dan melakukan penggantian pemasangan infus ke tempat lain sekiranya terapi intravena masih dilanjutkan untuk mengurangi risiko terjadinya phlebitis.

Kode file : MB004
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, daftar isi, dll)
–    Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka.
–    Lampiran 2 (lembar observasi,tabulasi data, dll)

Bentuk file : Ms.Word

“Faktor Risiko Terjadinya Kanker Payudara Di Rumah Sakit Umum XX”

Masalah kanker di Indonesia telah merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan semakin banyaknya di temukan kasus penyakit ini. Keadaan ini terjadi karena semakin meningkatnya kualitas pelayanan medik akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatnya kesadaran masyarakat oleh suatu proses kemajuan melalui pendidikan formal maupun informal, berbagai mass media serta berkembangnya kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Kanker payudara merupakan tumor ganas pada wanita dengan frekuensi nomor dua di Indonesia setelah kanker leher rahim. Kondisinya hampir sama pada semua rumah sakit di Indonesia, yaitu datang sudah dalam keadaan terlambat, di mana keadaan penyakit untuk di lakukan tindakan pembedahan kuratif tidak memungkinkan lagi.

Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan case control study  yang bertujuan untuk melihat faktor risiko terjadinya kanker payudara di RSU XX.

Berdasarkan hasil panelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil:

  1. Ada kecenderungan risiko kejadian kanker dengan semakin  bertambahnya umur seseorang.
  2. Tidak ada  kecenderungan risiko kejadian kanker dengan  tingkat pendidikan  seseorangn namun yang paling berpengaruh adalah pengetahuan seseorang tentang penyakit kanker.
  3. Ada kemungkinan risiko terjadinya kanker dengan satus perkawinan.
  4. Tidak ada kecenderungan risiko kejadian kanker dengan riwayat keluarga yang menderita penyakit kanker.
  5. Ada kecenderungan risiko kejadian kanker dengan  kejadian permulaan menarche pada seseorang
  6. Tidak ada risiko kejadian penyakit kanker dengan paritas
  7. Tidak ada risiko kejadian penyakit kanker dengan laktasi

“Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Diruang Perawatan Bedah RSU XX”

Tujuan umum penelitian  ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien pre-operasi diruang perawatan bedah Rumah Sakit Umum Haji Makassar dan tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi, Untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan  tingkat  kecemasan pasien  pre operasi, Untuk mengetahui  hubungan pendidikan dengan tingkat   kecemasan  pasien pre operasi, Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat     kecemasan  pasien pre operasi, dan Untuk mengetahui hubungan pekerjaan dengan tingkat    kecemasan pasien pre operasi,

Desain penelitian yang digunakan penulis adalah  deskriptik analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mendapatkan gambaran tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di Ruang perawatan Bedah Rumah Sakit umum XX. Penarikan sampel  dengan tehnik purposive sampling pada 57 responden sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 22 agustus sampai dengan 23 september 2009. Tehnik pengumpulan data dengan  menggunakan kuesioner, lembar observasi dan wawancara menurut HARS. Setelah data ditabulasi kemudian dilakukan interpretasi data yang telah terkumpul dengan menggunakan metode statistik yang terdiri  dari analisis univariat untuk melihat tampilan distribusi frekuensi,pesentase,.dan analisis bivariat untuk melihat hubungan dari tiap variabel dengan Analisa  data SPSS 11,5 berdasarkan rumus Chisquare Test df=1 dan α (0,05), dengan tingkat kemaknaan α = 5% (0,05).

Berdasarkan Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan keceamasan dengan nilai p=0,014. Terdapat hubungan antara  pendidikan dengan kecemasan  dengan nilai p=0,001. Terdapat hubungan antara Pengetahuan dengan kecemasan degan nilai p=0,03. Terdapat hubungan antara pekerjaan dengan kecemasan dengan nilai p=0,031 dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kecemasan.

Saran yang dianjurkan kepada pihak rumah sakit adalah agar dapat memperhatikan dampak dari faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pasien pre operasi dan meningkatkan mutu asuhan keperawatan.

Key word : Kecemasan,  Pre operasi,  Rumah Sakit Umum Sawerigading Kota Palopo.

Kode file : MB002
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, Abstrak, daftar isi, dll)
–    Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka
–    Lampiran 2 (kuesioner, master tabel, dll)

Bentuk file : Ms.Word

“Dampak Imobilisasi Terhadap Kondisi Psikososial Pada Klien Yang Terpasang Traksi Di Ruang Perawatan Bedah Ortopedi RSU XX”

Perubahan-perubahan fisik dan mental terjadi selama imobilisasi. Pasien dengan imobilisasi lama dapat mengalami berbagai komplikasi meliputi atrofi otot, kontraktur, keseimbangan nitrogen negatif, konstipasi, dekubitus dan perubahan psikologis. Kebingungan, disorientasi dan masalah perilaku dapat terjadi pada pasien yang terkungkung pada tempat terbatas dalam waktu yang cukup lama. Lamanya perawatan menyebabkan tidak terpenuhinya peran klien, baik dirumah maupun dimasyarakat dan menjadi sangat tergantung kepada orang lain. Dan hal tersebut dapat menimbulkan stress bagi pasien karena dapat menjadi ancaman fisik dan psikologis.

            Tujuanpenelitian untuk mengetahui dampak imobilisasi terhadap kondisi psikososial yang timbul pada klien dengan pemasangan traksi di ruang perawatan bedah ortopedi RSU XX.

Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan studi “Studi Diskriptif Eksploratif ”, yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai dampak imobilisasi terhadap kondisi psikososial pada klien yang terpasang traksi yang dirawat di ruang perawatan bedah ortopedi RSU XX. Metode yang digunakan untuk memperoleh data tersebut dilakukan dengan teknik angket atau kuisioner dengan menggunakan skala likert dan wawancara berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disiapkan terhadap 60 orang sampel. Pengolahan data menggunakan komputer program SPPS versi 11,5 dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Dari hasil analisis “univariat dan bivariat  dengan menggunakan uji Chi- Square

            Hasil penelitian  sebagai berikut : Ada dampak immobilisasi pada pasien terpasang traksi terhadap perubahan psikososial berupa kecemasan, insomnia dan gangguan citra tubuh.

Kesimpulan penelitian ini adalah : dampak immobilasi mempunya hubungan yang bermakna dengan perubahan psikososial berupa kecemasan, insomnia dan gangguan citra tubuh.

Dari hasil penelitian ini peneliti berharap agar pihak manajemen RSU XX mampu membina dan meningkatkan pengetahuan perawat khusunya perawat pelaksana yang dimilikinya dalam rangka mengurangi dampak psikologis yang terjadi akibat penatalaksanaan tindakan immobilisasi khususnya pada klien yang mengalami traksi.

Kode file : MB001
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, daftar isi, dll)
–    Bab 1 – 6 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka, Daftar Tabel.
–    Lampiran 2 (kuesioner, master tabel, dll)

Bentuk file : Ms.Word