Archive | November 2011

“Studi Tentang Gangguan Pendengaran Pada Pasien Yang Menjalani Terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Kategori I Dan Kategori II Di Wilayah Kerja Puskesmas XX”

WHO menyatakan Mycobacterium tuberkulosis merupakan masalah kesehatan dunia yang telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia sehingga WHO mencanakan kedaruratan global. Saat in sudah ditemukan pengobatan yang dikenal dengan OAT. Namun, setelah penggunaan berbagai macam obat memungkinkan juga terjadi efek samping yang lain pada penggunan obat tersebut, misalnya terjadi neuritis perifer, hepatotoksik, ototoksik, nefrotoksik, dan lain-lain.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pendengaran pada pasien yang menjalani terapi obat anti tuberkulosis (OAT). Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Juli sampai 2 Agustus 2009. Besarnya sampel yang diteliti sebanyak 35 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung dengan menggunakan lembar observasi untuk karakteristik demografi, tingkat ketulian, keluhan penyerta. Penilaian tingkat ketulian dilakukan dengan menggunakana audiometri. .

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Deskriptif dengan pendekatan cross sectional studi dimana akan menggambarkan penurunan pendengaran pada pasien yang menjalani terapi obat anti tuberkulosis (OAT) kategori I dan II pada pasien TB Paru, kemudian hasilnya diuji dengan cara Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.

Hasil dari penelitian ini didapatkan fungsi pendengaran pada telinga kanan sebagian besar mengalami tuli ringan (71,4)%, sedangkan pada telinga kiri juga mengalami gangguan tuli ringan (57,1%), ada hubungan jenis OAT dengan gangguan pendengaran penderita tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas XX, dan tidak ada perbedaan gangguan pendengaran penderita tuberkulosis yang menjalani pengobatan terapi OAT antara telinga kiri dan telinga kanan di Wilayah Kerja Puskesmas XX

Saran dari hasil penelitian ini adalah diharapkan kepada Petugas Kesehatan dan Pengawas Menelan Obat (PMO) jangan sampai ada pasien yang drop out atau gagal dalam pengobatan TB. Karena tidak tertutup kemungkinan akan mendapatkan Kategori II dengan injeksi streptomisin yang mempunyai efek sampin gangguan pendengaran, kepada semua penderita TB agar dapat berobat dengan teratu, kepada peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian yang terkait dengan populasi yang lebih luas dan subjek penelitian yang berbeda  untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, dan kepada peneliti agar dapat mengaplikasikannya dalam memberikan pelayanan keperawatan yang lebih optimal.

Kesimpulan      :  Ada hubungan jenis OAT dengan gangguan pendengaran penderita tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas XX

Kata Kunci       :  OAT Kategori I dan II, Gangguan pendengaran..

Kepustakaan   :  14 (2001 – 2007).

Kode file : KM017
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, Abstrak, Daftar isi, dll)
–    Bab 1 – 6 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka.
–    Lampiran 2 (Kuesioner,Master Tabel, Power Point, dll)

Bentuk file : Ms.Word

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas XX

Kinerja kader posyandu dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tingkat pendidikan kader, pelatihan kader, pengetahuan kader dan motivasi kader.  Menurut profil Puskesmas XX tahun 20.. dimana kinerja kader dilihat dari rata-rata kehadiran (aktif) sebanyak 6 orang sedangkan dilihat dari keterampilan dari 5 orang kader hanya 2 orang kader hanya 2 orang tergolong mampu melakukan penimbangan dengan benar dan lainnya kurang mampu.  DiPuskesmas XX memiliki 31 posyandu dengan jumlah kader 155 orang.  Kader yang aktif sebanyak 95 orang dan tidak aktif sebanyak 60 orang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan, pelatihan, pengetahuan dan motivasi dengan kinerja kader posyandudi wilayah kerja Puskesmas XX Kecamatan XX Kabupaten XX.  Metode penelitian deskriptifanalitik dengan menggunakan rancangan croos sectional study.  Sampel dalam penelitian ini adalah kader diwilayah kerja Puskesmas XX.  Penelitian ini menggunakan sebanyak 60 sampelngan menggunakan purposive sampling.  Hasil penelitian uji chi square didapatkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan, pelatihan, pengetahuan dan motivasi dengan kinerja posyandu diwilayah kerja Puskesmas XX Kecamatan XX Kabupaten XX.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang bermakna antara pelatihan, pengetahuan dan motivasi kader diwilayah kerja Puskesmas XX kecamatan XX Kabupaten XX.

Kata kunci : pendidikan, pelatihan, pengetahuan, motivasi dan kinerja kader.

Kode file : KM015
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul,abstrak, daftar isi, dll)
–    Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka
–    Lampiran2 (kuesioner, Lembar Observarsi , dll)

Bentuk file : Ms.Word

“Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Desa XX Wilayah Kerja Puskesmas XX”

Imunisasi adalah upaya pencegahan primer terhadap penyakit infeksi dengan memasukkan vaksin ke tubuh manusia. Imunisasi merupakan tindakan yang sangat penting dalam pencegahan penyakit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sampel yang dipilih 103 responden yang merupakan ibu-ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun di Desa XX Wilayah kerja Puskesmas XX . Data diambil dengan menggunakan kuesioner. Setelah ditabulasi, data yang ada dianalisa dengan uji Chi-square dan uji rank Spearman Correlation dengan tingkat kemaknaan (α) 0,05.

Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di Desa XX Wilayah kerja Puskesmas XX, Kec. XX Kab. XX.  Hasil penelitian menunjukan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi yaitu 35 responden (34,0%) sisanya tidak lengkap, terdapat 85 responden (82,5%) yang memiliki  pengetahuan kategori baik, 29 (34,1%) diantaranya mendapat imunisasi lengkap untuk anaknya. Dan 18 (17,5%) yang berpengetahuan kategori kurang, 6 diantaranya mendapat imunisasi lengkap untuk anaknya. 101 (98,1%) ibu bersikap positif terhadap pemberian imunisasi dasar, 35 (34,7%) diantaranya memiliki imunisasi lengkap pada anaknya dan 2 (1,9%) responden yang bersikap sebaliknya, tidak satupun yang memiliki imunisasi dasar lengkap. 43 responden aktif dalam kegiatan posyandu, 33 (76,7%) diantaranya memiliki imunisasi dasar lengkap pada anknya. 60 (58,3%) keaktifan ibu kurang serta 2 diataranya memilki imunisasi dasar lengkap. Hasil uji Chi-square memperlihatkan nilai alpha (α) berturut-turut untuk pengetahuan, sikap dan keaktifan ibu sebagai berikut  p=1,000, p=0,545, p=0,000. Uji rank Spearman yaitu rs=0,006, rs=0,101, rs=0,764.

Penelitian ini menyimpulkan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar, sikap ibu terhadap imunisasi dasar dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi dan terdapat korelasi yang kuat antara keaktifan ibu dalam kegiatan posyandu dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi. Memperhatikan hasil penelitian ini perlu dilakukan perubahan strategi dalam mencapai cakupan imunisasi yang luas yaitu  adanya tekanan yang bersifat konstitusional pada masyarakat.

Kata kunci : Imunisasi, Pengetahuan, Sikap, Keaktifan

Kode file : KM014
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul,abstrak, daftar isi, dll)
–    Bab 1 – 6  lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka, dll
–    Lampiran2 (kuesioner, master tabel, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 100.000,-

“Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Usia 3 – 5 Tahun Di Puskesmas XX Kecamatan XX Kabupaten XX”

Masalah gizi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, namun penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis, dan pelayanan kesehatan saja. Penyebab timbulnya masalah gizi adalah multifaktor, oleh karena itu pendekatan penanggulangannya harus melibatkan berbagai sektor yang terkait. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan pada tahun 2005 terdapat 14.650 (3,45%) balita mengalami gizi kurang. Sedangkan di kota XX terdapat 463 (2,40%) balita dalam tingkat gizi kurang, dan khususnya di Puskesmas XX pada tahun 2006 terdapat 35 (10,17%) anak usia 3 – 5 tahun yang mengalami gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak usia 3 – 5 tahun di Puskesmas XX Kecamatan XX Kabupaten XX.

Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Analitik dengan menggunakan metode pendekatan ” Cross Sectional Study”. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia 3 – 5 tahun yang berada di lokasi pada saat penelitian sebanyak 77 orang anak dengan menggunakan teknik Purposive Sample. Cara pengumpulan data adalah dengan mengambil ukuran-ukuran berat badan anak, kemudian melakukan observasi dan pembagian kuisioner kepada responden. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak usia 3 – 5 tahun digunakan Uji Pearson Chi Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 pada SPSS versi 12.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara faktor pola makan anak, pengetahuan ibu, pekerjaan ibu dan pola asuh orang tua dengan status gizi anak tetapi terdapat hubungan yang tidak bermakna antara faktor pendidikan ibu dan pendapatan keluarga dengan status gizi anak usia 3 – 5 tahun di Puskesmas XX Kecamatan XX Kabupaten XX.

Kata Kunci         :  Pola makan anak, karakteristik ibu, status gizi anak.

Kode file : KM010
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul,abstrak, daftar isi, dll)
–    Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka
–    Lampiran2 (kuesioner, master tabel, output SPSS, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 100.000,-

“Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Dan Perawatan Diare Pada Anak Dl Puskesmas XX”

Diare masih penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak di Indonesia dan negara yang sedang berkembang. Menurut profil propensi Sulawesi Selatan tahun 2005 tercatat kabupaten XX menempati urutan pertama dengan jumlah kasus terbanyak pada anak. Di Puskesmas  diare menempati urutan ke tiga berdasarkan pola kesakitan 10 besar penyakit di Puskesmas .

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan ibu tentang pencegahan dan perawatan diare pada anak di Puskesmas  Kecamatan XX Kabupaten XX. Metode penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang membawa anaknya sedang diare dan pernah diare yang ditemui di Puskesmas pada saat penelitian sebanyak 73 sampel dengan menggunakan tehnik consecutive sampling. Hasil penelitian uji chi square didapatkan p = 0,000. Dengan demikian p < 0,05 hal ini berarti Hi diterima ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan pengetahuan ibu tentang pencegahan dan perawatan diare pada anak di Puskesmas  Kecamatan XX Kabupaten XX.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan pengetahuan ibu tentang pencegahan dan perawatan diare pada anak di Puskesmas  Kecamatan XX Kabupaten XX.

Kata kunci : Pendidikan, Pengetahuan tentang pencegahan diare, pengetahuan tentang perawatan diare.

Kode file : KM009
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, abstrak, daftar isi, dll)
–    Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka
–    Lampiran2 (kuesioner, master tabel, powe point dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 100.000,-

“Keberhasilan Strategi Dots Dalam Mengantisipasi Ketidakpatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis Paru”(Studi Kasus di Puskesmas XX Kabupaten XX)

             Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) merupakan suatu cara untuk menjamin keberhasilan program pengobatan penderita Tuberkulosis Paru dengan ketaatan dan keteraturan penderita selama masa pengobatan, yaitu dengan melakukan pengawasan dan pengendalian pengobatan penderita. Pada strategi DOTS terdapat 5 (lima) komponen, yaitu : komitmen politik, pemeriksaan laboratorium, ketersediaan obat, pencatatan pelaporan dan pengawasan minum obat

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran yang jelas tentang keberhasilan pelaksanaan strategi DOTS dalam mengantisipasi ketidakpatuhan berobat penderita Tuberkulosis Paru, khususnya di wilayah kerja Puskesmas XX.

Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan bentuk studi kasus untuk menganalisa secara mendalam tentang pelaksanaan strategi DOTS, sampel diambil secara Purposive Sampling, dimana besar sampel sebanyak 23 responden.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen-komponen strategi DOTS memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mengantisipasi ketidakpatuhan berobat penderita Tuberkulosis Paru.

Tercapainya perilaku kepatuhan berobat penderita Tuberkulosis Paru yang pada akhirnya memungkinkan penderita bisa sembuh dari penyakitnya, adalah dengan adanya dukungan pemerintah, keaktifan petugas pelaksana dan peran serta keluarga atau masyarakat dalam program pengobatan Tuberkulosis Paru.

Kata kunci : Strategi DOTS, Ketidakpatuhan, Tuberkulosis Paru

Kode file : KM008
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, daftar isi, dll)
–    Bab I-VIII lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka
–    Lampiran2 (kuesioner,Indepth  Interview)

Bentuk file : Ms.Word
Donasi : Rp. 100.000,-

“Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan Di Kelurahan XX”

Penelitian ini merupakan penelitian Survei Analitik dengan pendekatan Cros Sectional Studi  yang bertujuan untuk menganalisa hubungan antara pengetahuan ibu, pendidikan ibu, promosi susu formula, pendapatan keluarga dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Kelurahan Antang Kota Makassar Tahun 2009. Penarikan sampel dilakukan secara Purposive Sampling. Jumlah sampel sebanyak 58 orang. Analisis data di lakukan dengan menggunakan Uji-Chi Squire.

Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa yang memberikan ASI Eksklusif sebanyak 8 responden (14,8 %), dan yang tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 50 responden ( 86,2 %). Dari uji statistika didapatkan bahwa pengetahuan ibu dan susu formula memiliki hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI Eksklusif, sedangkan pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan pekerjaan ibu tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI Eksklusif.

Dari hasil penelitian ini disarankan agar dilakukan upaya penyuluhan kepada masyarakat khususnya bagi ibu-ibu, baik ibu-ibu yang berpendidikan tinggi maupun ibu-ibu yang berpendidikan rendah sehingga terjadi peningkatan pengetahuan yang nantinya diharapkan dapat melakukan perubahan prilaku dari tidak baik menjadi baik dan dari baik menjadi lebih baik lagi. Bagi ibu yang bekerja disarankan agar tetap memberikan ASI Eksklusif bagi bayinya, dan bagi peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian tentang factor-faktor lain  yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif seperti factor social, budaya, dukungan keluarga dan petugas kesehatan, dan lain-lain.

Kata Kunci                             :  Eksklusif, Bayi, dan Susu Formula

Kode file : KM007
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, daftar isi, dll)
–    Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka
–    Lampiran2 (kuesioner, master tabel, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Donasi : Rp. 100.000,-

 

 

“Karakteristik Faktor Resiko Hipertensi Pada Lanjut Usia Di Wilayah Kerja Puskesmas XX”

Seiring dengan keberhasilan pemerintah dalam pembangunan nasional, telah mewujudkan hasil yang positif di berbagai bidang yaitu adanya kemajuan di bidang medis atau ilmu kedokteran sehingga dapat meningkatkan kesehatan penduduk serta meningkatkan harapan hidup manusia. Akibatnya jumlah penduduk yang berusia lanjut meningkat dan bertambah cenderung lebih cepat. 1

Dari tinjauan pustaka telah diperoleh beberapa faktor yang berhubungan dengan hipertensi. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang ditimbulkan akibat adanya interaksi dari berbagai faktor yang dimiliki seseorang. Berbagai penelitian telah menghubungkan antara berbagai faktor risiko terhadap timbulnya hipertensi.8

Beberapa  faktor resiko yang merupakan faktor yang dapat menyebabkan hipertensi yaitu: umur, jenis kelamin, obesitas, aktifitas fisik, merokok, genetik,  alkohol, stres, penyakit ginjal dan diabetes melitus. 7,8

Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja XX Kab. XX mulai dari tanggal 4 Agustus 20.. sampai dengan 11 Agustus 20… Pengambilan sampel  dilakukan dengan teknik purposive sampling. Banyaknya sampel yang digunakan sebanyak 55 orang.

Dari hasil penelitian yang dilakukan di Wilayah Kerja XX Kab. XX dari tanggal 4 Agustus 2009 sampai dengan 11 Agustus 2009 dapat disimpulkan bahwa :

  1. Kasus hipertensi di Wilayah Kerja XX Kab. XXcukup banyak dimana dari 98 jumlah populasi lansia yang hipertensi berjumlah 55 orang.
  2. Karakteristik hipertensi berdasarkan golongan umur di Wilayah Kerja XX Kab. XX lebih banyak golongan umur 75-90 tahun dari golongan umur 60-74 tahun.
  3. Karakteristik hipertensi berdasarkan jenis kelamin di Wilayah Kerja XX Kab. XX lebih banyak jenis kelamin perempuan dari jenis kelamin laki-laki.
  4. Karakteristik hipertensi berdasarkan genetik di Wilayah Kerja XX Kab. XX lebih banyak tidak ada genetik dari ada genetik.
  5. Karakteristik hipertensi berdasarkan obesitas di Wilayah Kerja XX Kab. XX lebih banyak tidak obesitas dari ada obesitas.

Kode file : KM005
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, daftar isi, dll)
–    Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka
–    Lampiran 2 (kuesioner, master data, power point, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 100.000,-

“Studi Komparatif Pemberian Asi Ekslusif Dengan Pasi (Susu Formula) Terhadap Kejadian Penyakit Diare Pada Bayi (0 – 6 Bln) Diwilayah Kerja Puskesmas XX”

Sampai saat ini penyakit diare atau juga sering disebut Gastroenteritis, masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama dari masyarakat. Dari daftar urutan penyebab kunjungan Puskesmas / Balai pengobatan, hampir selalu termasuk dalam kelompok 3 penyebab utama bagi masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Comparatif studi (Studi Perbandingan) yaitu pengumpulan data pada variabel penelitian sekaligus pada suatu saat dengan membandingkan pemberian ASI dan PASI (Susus Formula) dengan kejadian diare pada bayi umur 0 – 6 bln diwilayah kerja Puskesmas XX. Yang sampelnya telah ditentukan berdasarkan pengambilan sampel secara Purposive Sampling yaitu memilih sampel diantara populasi yang sesuai dengan tujuan dan masalah penelitian, kemudian dilakukan analisis untuk mencari ada tidaknya perbedaan kejadian diare pada bayi 0 – 6 bulan yang mengkonsumsi ASI Eksklusif dengan Bayi yang mengkonsumsi PASI ( susu formula ) baik dari segi jumlah maupun dari frekwensi bab, frekwensi kejadian diare pada bayi, volume feses, karakteristik feses dan apa yang dikonsumsi oleh bayi saat diare,  yang dilihat pada kasus diare pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas XX.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas XX dari tanggal 18 Juli sampai dengan 24 Juli 2009 dapat disimpulkan bahwa :

  1. Diare masih merupakan salah satu penyebab morbiditas dan menjadi masalah kesehatan diindonesia. Menurut para ahli bahwa bayi yang mengkonsumsi ASI lebih jarang menderita Gastroenteritis akut dari pada bayi yang mengkonsumsi susu formula.
  2. Berbagai jenis susu formula yang telah dipasarkan bebas tetapi tidak ada yang menpunyai kandungan nutrien yang sebaik ASI, selain itu susu formula tidak mengandung zat protektif yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi. Akibat buruk dari pemberian susu botol / susu formula adalah  angka kesakitan diare 10 kali lebih banyak, angka kematian juga 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang diberi ASI
  3. Kerangka konsep penelitian ini mencoba menggambarkan kejadian diare yang mengkonsumsi ASI Eksklusif dengan susu formula, dimana diare dapat meningkat atau menurun pada dua keadaan tersebut. Hipotesa penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu hipotesa nol yaitu  “Tidak ada Perbedaan antara pemberian ASI Ekslusif dengan PASI (Susu Formula) terhadap kejadian Diare pada Bayi umur 0 – 6 bln pada Puskesmas XXssar”  dan hipotesa alternatif yaitu “ Ada Perbedaan antara pemberian ASI Ekslusif dengan PASI (Susu Formula) terhadap kejadian Diare pada Bayi umur 0 – 6 bln pada Puskesmas XXssar ”, yang keduanya masing – masing mempunyai hipotesa minor.

Kode file : KM004
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, daftar isi)
–    Bab I – VII lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Lampiran2 (uji kuesioner,  dll)

Bentuk file : Ms.Word

“Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Hiv/Aids Di SLTP Negeri XX”

Anak usia sekolah (remaja) merupakan sasaran primer dalam mendapatkan pendidikan kesehatan, dimana remaja dalam perkembangannya memiliki karakter umum diantaranya sikap kegelisahan, sikap pertentangan, sikap menghayal, aktivitas kelompok, dan keinginan mencoba segala sesuatu, akibatnya tidak jarang remaja terjebak dalam pergaulan bebas, seks bebas, narkoba, dll. Pemberian intervensi penyuluhan kesehatan dimaksudkan untuk memperoleh gambaran pengetahuan siswa kelas tiga SLTPN 3 terhadap konsep dasar HIV/AIDS. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan HIV/AIDS siswa kelas tiga XX.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Pre Eksperimen, One group pre-test post-test design. Populasi yang diteliti adalah anak siswa kelas tiga XX. Dengan jumlah sampel 165 responden. Teknik penarikan sampel secara purposive sampling. Sebelum pelaksanaan intervensi dilaksanakn Pre test terhadap populasi siswa kelas tiga SLTPN 12, setelah itu penarikan sampel diikuti dengan pemberian intervensi penyuluhan tetang konsep dasar HIV/AIDS lalu dievaluasi dengan post test. Instrumen pengumpulan data  menggunakan questioner dengan jumlah 22 pertanyaan menggunakan penilaian menurut skala Gutman.  Analisa data menggunakan Uji-t berpasangan, dengan tingkat kemaknaan α = 5% (0,05).

Hasil analisa data responden dengan Uji-t berpasangan ditemukan bahwa ada Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan HIV/AIDS siswa kelas tiga XX, dengan nilai P=0,00 (a< 0,05).

Kesimpulan ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan HIV/AIDS siswa kelas tiga XX.

Saran kepada isntitusi pendidikan.Diharapkan pihak institusi memahami dan menyadari akan kemampuan intelektual peserta didik yang wajib dipupuk dan dikembangkan agar potensi yang dimiliki setiap individu terwujud sesuai dengan perbedaan masing-masing khususnya menyangkut kesehatan, dengan cara menempatkan konsep dasar HIV/AIDS kedalam salah satu kurikulum untuk dijadikan sebagai bahan pelajaran guna mencegah meluasnya penyakit HIV/AIDS di kalangan remaja khususnya siswa kelas tiga XX.

Key word : Penyuluhan, Pengetahuan, HIV/AIDS, Remaja.

Kode file : KM003
File skripsi ini meliputi :
–    Bagian depan (Sampul, daftar isi, dll)
–    Bab 1 – 6 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
–    Daftar pustaka
–    Lampiran 2 (kuesioner, master tabel, power point, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 100.000,-