Archive | Februari 2012

Analisis Beban Kerja Perawat Dibagian Penyakit Dalam Rumah Sakit XX

Rumah sakit merupakan suatu organisasi yang menawarkan jasa sebagai hasil produk yang sangat padat karya, sehingga peran sumber daya manusia sangat besar. Kekurangan sumber daya manusia  baik dalam arti kuantitas maupun kualitas akan dapat mengganggu  mutu produk yang ditawarkan. Sedangkan  pengadaannya tidak bisa seketika, perlu perencanaan dan penyesuaian sebelum dapat digunakan dengan optimal (Ilyas, 2000).

Tenaga kesehatan khususnya perawat merupakan salah satu unsur penting dalam pelayanan kesehatan. Karena perawat merupakan tenaga terbesar dalam jumlahnya dan terlama dalam memberikan pelayanan langsung kepada pasien sehingga penataan tenaga perawat pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit sangat penting agar mencapai kualitas pelayanan yang optimal (Hapsara, 2003).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran beban kerja perawat pada Penyakit dalam RSU XX14 Juli – 5 Agustus 2009

Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survei Diskriptif  yaitu menggambarkan secara sistematik terhadap suatu peristiwa yang sedang diteliti.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah pasien sebanyak 188 pasien (selama 18 hari penelitian) dengan rata – rata perhari 10 pasien. Rata – rata lama perawatan (Av.LOS)  adalah empat hari. Kondisi pasien yang masuk dengan tingkat ketergantungan minimal 35,64 %, intermediate 60,64 % dan maksomal 3,72 %.  Tindakan langsung dan tidak langsung yang dibutuhkan pasien mengalami peningkatan sebanyak 56,34 %, cukup sebanyak 9,86 % dan kurang sebanyak 33,80 %. Frekwensi masing – masing tindakan keperawatan langsung meningkat sebanyak 27,38 %, cukup sebanyak 23,81 %, kurang 48,81 % dan tidak langsung meningkat sebanyak 25 %, cukup sebanyak 27,38 % dan kurang sebanyak 47,62 %. Rata- rata waktu yang dibutuhkan untuk tindakan langsung meningkat sebanyak 3,57 % , cukup sebanyak 11,91 % dan kurang sebanyak 84,52 %. Diantara 6 variabel independen yang mengalami peningkatan sebanyak 3 variabel yaitu jumlah pasien, tindakan keperawatan langsung dan tidak langsung dan Frekwensi masing – masing tindakan keperawatan langsung dan tidak langsung. Diantara 3 variabel tersebut, variabel jumlah pasien paling berpengaruh terhadap beban kerja perawat, kemudian tindakan langsung dan tidak langsung kemudian yang terakhir adalah frekwensi masing – masing tindakan keperawatan langsung dan tidak langsung.

Adapun kesimpulan dalam penelitian ini diantara 6 variabel yang diteliti 3 variabel yang mengalami peningkatan yaitu : jumlah pasien, tindakan keperawatan langsung dan tidak langsung dan Frekwensi masing – masing tindakan keperawatan langsung dan tidak langsung. Sedangkan 3 variabel yang mengalami penurunan adalah : rata – rata hari perawatan, kondisi pasien (analisis kebutuhan perawat), dan rata – rata waktu yang dibutuhkan untuk tindakan keperawatan langsung.   Saran yang dianjurkan kepada pihak rumah sakit, perlu ditinjau kembali keseimbangan antara beban kerja, jumlah pasien, kualifikasi tenaga dan mengkaji beban kerja secara reguler sehingga beban kerja dapat seimbang.

Kode File : MN006
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – VII (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2 (Kuisioner,Tabel Penelitian, dll)

“Hubungan Antara Beban Kerja Dan Kondisi Kerja Dengan Stres Perawat Di Ruang Icu Rsu XX”

Stres didefinisikan sebagai respon tubuh yang tidak spesifik terhadap sesuatu tuntutan yang dihadapi (Selye, 1995)). Respon stres yang dimaksud dapat berupa respon positif (eustress) misalnya dapat meningkatkan kreativitas dan motivasi kerja seorang perawat dan respon negatif (distres) misalnya dapat menggangu dalam melakukan aktivitas keseharian. Menurut Otong (1995), stres adalah stimulus atau situasi yang menekan. Jika situasi tersebut merupakan keadaan pekerjaan yang menekan, maka stres terhadap pekerjaan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, 2(dua) diantaranya ialah beban kerja dan kondisi kerja (Abraham & Shanley, 1992).

Tiga jenis stressor yang berkaitan dengan beban kerja, yaitu pekerjaan fisik yang berat, tempat kerja yang tidak tenang, tanggung jawab yang besar.Beban kerja dapat dibedakan menjadi : beban kerja kuantitatif dan kualitatif. Beban kerja kuantitatif menunjukkan adanya jumlah pekerjaan yang besar yang harus dilakukan misalnya jam kerja yang tinggi, derajat tanggung jawab yang besar, tekanan kerja sehari-hari dan sebagainya, sementara beban kerja kualitatif menyangkut kesulitan tugas yang dihadapi.

Sesuai dengan tujuan penelitian maka design penelitian  yang akan digunakan adalah deskriptif korelasional dimana peneliti berusaha mengetahui dan menjelaskan hubungan beban dan kondisi kerja dengan stres perawat di Ruang ICU RSU XX.

Berdasarkan hasil analisis statistik dan pembahasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Beban Kerja mempunyai korelasi yang signifikan dengan Stres Perawat di Ruang ICU RSU Sawerigading Kota Palopo.
  2. Kondisi Kerja mempunyai korelasi yang signifikan dengan Stres Perawat di Ruang ICU RSU Sawerigading Kota Palopo.

Kode File : MN005
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – VI (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2 (Kuisioner, Power Point, dll)

“Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Pendokumentasian Proses Asuhan Keperawatan Di RSU XX”

Dokumentasi proses keperawatan merupakan sarana komunikasi antara perawat dan tim kesehatan dalam memberikan asuhan keperawatan. Dokumentasi keperawatan merupakan bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki perawat dalam melakukan catatan perawatan yang berguna untuk kepentingan klien, perawat dan tim kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan dasar komunikasi yang akurat dan lengkap secara tertulis dengan tanggung jawab perawat.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan pendokumentasian proses asuhan keperawatan di RSU XX

Desain penelitian cross sectional dengan populasi adalah perawat pelaksana yang terlibat langsung dalam penerapan proses asuhan keperawatan dan pendokumentasian proses asuhan keperawatan.  Penarikan sampel total sampling pada 30  respoden. Dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan  kumputer  program SPSS Versi 10 PS disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Dari hasil analisis data    menunjukan bahwa pelaksanaan pendokumentasian proses asuhan keperawatan di RSU XX sangat berhubungan dengan pengetahuan perawat itu sendiri dan tersedianya panduan/format pendokumentasian. Walaupun faktor imbalan jasa, psikologi dan sosial (reward), lingkungan kerja dan tersedianya waktu secara proporsi juga berhubungan dengan pelaksanaan pendokumentasian namun secara uji statistik tidak ada hubungan yang bermakna.

Adapun saran yang dianjurkan kepada rekan-rekan seprofesi  agar dalam melaksanakan tugas walaupun ditemukan faktor-faktor yang menghambat dilaksanakannya proses pendokumentasian, sebagai perawat profesional hendaknya faktor-faktor tersebut tidak menghalangi kita untuk tetap melakukan pendokumentasian proses asuhan keperawatan mengingat pentingnya dan bermanfaatnya proses pendokumentasian tersebut.

Kode File : MN004
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – VII (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2 (Kuisioner,Tabulasi Kuisioner, dll)

“Hubungan Prinsip Manajemen Waktu Dengan Produktifitas Kerja Kepala Ruangan Di RSU XX”

Manajemen waktu adalah mengontrol penggunaan waktu untuk memaksimalkan produktifitas. Melalui manajemen waktu yang baik, manajer dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai  dengan uraian tugas dan tepat waktu  serta lebih banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan yang berarti lebih produktif, sehingga memberikan kepuasan kerja. Manajemen waktu memiliki  empat prinsip yaitu komunikasi, perencanaan, delegasi dan prioritas tujuan. Ada beberapa kemungkinan kurang berhasilnya produktifitas kerja, bukan karena kepala ruangan kekurangan waktu tetapi lebih karena belum menggunakan waktu secara optimal untuk mengerjakan uraian tugasnya.

Mempelajari gambaran tentang hubungan prinsip manajemen waktu  dengan produktifitas  kerja kepala ruangan berdasarkan persepsi perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum RS XX tahun XX.

Desain penelitian ini menggunakan cross sectional study ( studi potong lintang) dengan tehnik penarikan sampel yaitu total dari keseluruhan obyek yang diteliti atau dianggap mewakili sesuatu populasi dengan kriteria inklusi adalah karakteristik sampel yang dapat dimasukkan atau layak untuk diteliti sehingga didapatkan 15 kepala ruangan akan diberikan kuesioner tentang karakteristik dan produktivitas kepala ruangan kemudian masing-masing bawahan dari kepala ruangan diwakili oleh 2 orang untuk bekerja sama mengisi kuesioner tentang pelaksanaan prinsip manajemen waktu oleh kepala ruangannya.. Pengolahan data/uji statistik menggunakan SPSS Versi 11.5dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel.

Hasil Uji Kai-kuadrat menunjukkan bahwa Tidak ada hubungan yang bermakna antara sub variabel manajemen waktu berupa komunikasi, perencanaan, delegasi, prioritas tujuan dengan produktifitas kepala ruangan di Rumah Sakit Umum RS XX

Saran agar Agar pihak manajemen Rumah Sakit Umum RS XX mampu membina dan meningkatkan pengetahuan perawat, berupa pengetahuan tentang manajemen khususnya hal-hal yang berkaitan dengan manajemen waktu dalam rangka peningkatan produktifitas kerja masing-masing perawat.

Kode File : MN003
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – VI (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2 (Kuisioner, master tabel, dll)

“Peran Kepala Ruangan Sebagai Supervisor Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana Dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap Medikal Bedah RSU XX”

Dalam mengimplementasikan ketrampilan manajerial yang harus dimiliki kepala ruangan sebagai manajer antara lain adalah mensupervisi pelayanan keperawatan dan melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan sesuai dengan tanggung jawab dalam mengatur dan mengendalikan kegiatan pelayanan keperawatan di ruang rawat inap. Dengan supervisi pelayanan keperawatan kepala ruangan sebagai manajer dapat mempengaruhi kinerja perawat pelaksana.

Tujuan penelitian untuk mengetahui peran kepala ruangan sebagai supervisor terhadap kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di ruang rawat inap medikal bedah RSU RS XX.

Desain penelitian deskriftip pada populasi kepala ruangan dan perawat pelaksana di ruang rawat inap medikal bedah medikal bedah RSU RS XX. Penarikan sampel dengan total sampling pada 8 responden kepala ruangan dan 48 perawat pelaksana sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Penelitian dilakukan dari tanggal 21 sampai 28 Juli 2009. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi.. Setelah data ditabulasi kemudian dilakukan interpretasi data yang telah terkumpul dengan menggunakan metode statistik yang terdiri dari analisa univariat untuk melihat tampilan distribusi frekuensi, presentase, mean, dan ssemua ini menggunakan jasa program komputer SPSS versi 10.

Berdasarkan hasil penelitian maka secara umum dapat disimpulkan bahwa peran kepala ruangan / supervisor sebagai perencana merupakan peran yang paling baik terhadap kinerja perawat pelaksana, sedangkan peran yang kurang baik adalah peran supervisor / kepala ruangan sebagai penilai dalam pelaksanaan asuhan keperawatan.dibandingkan dengan peran yang lainnya.

Adapun saran yang dianjurkan bahwa hasil penelitian ini menjadi masukan bagi manajemen/pimpinan rumah sakit untuk memelihara dan meningkatkan peran supervisor/kepala ruangan sehingga kinerja perawat pelaksana meningkat. Untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan  yang diberikan, diharapkan dapat memperhatikan pengembangan informasi, khususnya pengembangan informasi tentang peran supervisor / kepala ruangan terhadap peningkatan kinerja perawat pelaksana. Untuk peneliti selanjutnya yang berminat meneliti tentang peran suervisor / kepala ruangan sebaiknya penelitian dilakukan dalam skala besar dengan jumlah sampel yang besar dan tempat penelitian diperluas sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan.

Kode File : MN002
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – VI (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2 (Kuisioner, dll)

“Studi Tentang Mutu Pelayanan Keperawatan Di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSU XX”

RS XX merupakan salah satu rumah sakit dengan klasifikasi B, yang menyelenggarakan pelayanan dengan salah satu jalur penerimaan pasien melalui gawat darurat/Instalasi Rawat Darurat (IRD). Penelitian yang dilakukan oleh Adi Wijaya (2001) terhadap petugas yang bertugas di bagian IRD RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo, menemukan bahwa petugas yang mempunyai mutu pelayanan yang baik sebanyak 92 orang (97,87%) sedangkan yang mengatakan kurang baik hanya 2 orang (2,13%)

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang mutu pelayanan keperawatan Instalasi Rawat Darurat (IRD) RS XX..

Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan deskriptif untuk mendapatkan gambaran mutu pelayanan keperawatan instalasi rawat darurat (IRD). Sampel adalah penderita yang telah mengalami perawatan dengan kasus emergency pada periode penelitian  sehingga didapatkan 50 responden. Penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu seluruh pasien IRD yang memenuhi kriteria yang dirawat pada Bulan Juli s/g Agustus 2009.Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara terpimpin kepada keluarga klien dan observasi pada klien yang baru masuk rumah sakit. Pengolahan data/uji statistik menggunakan SPSS Versi 11.5dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel..

      Hasil Uji Statistik menunjukkan Lebih besar responden yang menyatakan penilaian baik terhadap sikap empati, sikap dapat dipercaya (reliability), dan sikap pemeliharaan/perawatan (caring) dari pemberi pelayanan keperawatan dibanding yang menyatakan penilaian kurang di Instalasi Rawat Darurat RS XX. Sementara responden yang menyatakan penilaian kurang terhadap sikap ketanggapan (responsiveness) dan sikap komunikasi (communication) dari pemberi pelayanan keperawatan lebih besar dibanding yang menyatakan penilaian baik di Instalasi Rawat Darurat RS XX.

Saran agar agar pihak manajemen RS XX mampu membina dan meningkatkan pengetahuan perawat khusunya perawat pelaksana yang dimilikinya. Dan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan keperawatan hendaknya pihak manajemen selalu memperhatikan indikator penilaian mutu yaitu : emphaty, reliability, responsiveness, communication dan caring.

Kode File : MN001
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – VI (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2 (Master tabel, kuisioner, dll)