Archive | Mei 2012

Hubungan Pengetahuan Perawat Dan Peran Perawat Sebagai Pelaksana Dalam Penanganan Pasien Gawat Darurat Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler

Perkembangan keperawatan dari vokasional menuju keperawatan profesional menuntut peran perawat yang lebih besar dalam tatanan pelayanan kesehatan, salah satunya pada Instalasi Gawat Darurat. Penyakit-penyakit sistem kardiovaskuler terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan perlu peningkatan peran perawat yang bekerja pada Instalasi Gawat Darurat untuk mengurangi keluhan yang dialami pasien.

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perawat sebagai pelaksana dalam penanganan pasien gawat darurat dengan gangguan sistem kardiovaskuler.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional terhadap peran perawat sebagai pelaksana dengan menggunakan rangcangan cross sectional, analisa data menggunakan uji statistik Spearman’s rho dengan derajat kemaknaan < 0,05. Populasi penelitian adalah perawat yang bertugas pada IRD Lantai 1 RSUD XX yang berjumlah 40 orang. Sampel yang didapatkan sesuai dengan kriteria inklusi adalah 22 responden. Variabel independennya adalah pengetahuan perawat dan variabel dependennya adalah peran perawat sebagai pelaksana. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan quesioner dengan pertanyaan tertutup.

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dan perawat sebagai pelaksana dengan nilai rho hitung 0,455 dengan taraf signifikasi 0,033.

Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dan perawat sebagai pelaksanan dalam penanganan pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler. Pada penelitian mendatang diharapkan ada penelitian yang lebih mendalam tentang peran perawat selain sebagai pelaksana.

Kode File : K020

File skripsi ini meliuti :
– Bagian depan (abstraks, dll)
– Bagian inti lengkap (Bab 1-6, Pendahuluan – Penutup)
– Daftar Pustaka
– Lampiran

Bentuk file : ms.word

Hubungan Komunikasi Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pada Pasien Yang Dirawat Di Unit Perawatan Kritis RS XX

Dalam peraktek keperawatan profesional perawat memegang tanggung jawab yang sangat besar terhadap klien dan keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa keluarga mengalami kecemasan dan disorganisasi perasaan ketika anggota keluarganya MRS dalam critical care unit ini disebabkan mereka sering kesulitan bekerja sama dengan perawat. Hal demikian terjadi karena pelaksanaan komunikasi yang tidak efektif atau kurang baik antara perawat dengan pasien dan keluarganya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pada pasien yang dirawat di unit perawatan kritis.

Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional terhadap komunikasi perawat dan tingkat kecemasan keluarga dengan menggunakan rancangan cross sectional, analisa data menggunakan uji statistik spearmen’s rho dengan derajat kemaknaan < 0,05. Populasi penelitian adalah keluarga pasien yang di unit perawatan kritis Rumkital Dr. XX yang berjumlah 24 orang. Sampel yang didapatkan sesuai dengan kreteria inklusi adalah 20 responden. Variabel independennya adalah komunikasi perawat dan variabel dependennya adalah tingkat kecemasan keluarga. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan komunikasi perawat dengan tingkat kecemasan keluarga dengan nilai p = 0,027 pada derajat kemaknaan < 0,05.

Penelitian mendatang diharapkan ada penelitian yang lebih mendalam tentang pelaksanaan komunikasi perawat.

Kode File : K016
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll

Studi Tentang Hubungan Tindakan Keperawatan Preoperatif Terhadap Tingkat Kecemasan Klien dengan Fraktur di Ruang Bedah

Situasi preoperatif merupakan salah satu kondisi yang dapat menimbulkan kecemasan. Penurunan rasa cemas merupakan hal yang penting dilakukan oleh perawat karena stres fisik maupun emosional dapat meningkatkan resiko pembedahan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bagaimana hubungan persiapan preoperasi terhadap tingkat kecemasan klien.
Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel secara Purposif sampling. Sampel yang diteliti sejumlah 30 responden yang dirawat di ruang bedah RS XX. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dilakukan analisa statistik Spearman-Rank Correlation dengan =0,05.
Berdasarkan uji hubungan didapatkan nilai p statistik = 0,016 < 0,05 yang berarti bahwa Ho ditolak atau terdapat hubungan antara kecemasan dengan tindakan keperawatan preoperatif.Koefisien korelasi yang dibentuk adalah –0,459 yang berarti hubungan antar variabel kuat.
Berdasarkan gambaran diatas maka penting bagi perawat untuk mempertahankan dan meningkatkan perannya dalam melakukan tindakan keperawatan preoperatif serta memperhatikan tingkat kecemasan klien preoperatif.

Kode File : K013
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll

Hubungan Komunikasi Perawat Dan Tingkat Kepuasan Pasien Yang Dilakukan Pembedahan Di Ruang Bedah RSU XX

Komunikasi perawat adalah upaya yang dilakukan perawat untuk merubah pikiran, perasaan atau prilaku orang lain. Sedangkan kepuasan pasien adalah respon emosional atau kognitif yang dibangun pasien atas dasar persepsi atau evaluasi terhadap harapan nilai, sikap atau prilaku perawat dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi hubungan komunikasi perawat dengan tingkat kepuasan pasien.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis cross sectional dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel yang diteliti sejumlah 44 responden yang dirawat di ruang Bedah Kelas II RSU Ratu Zalecha Martapura. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dilakukan analisa statistik Spearman-Rank Correlation dengan =0,05.
Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai koefisien korelasi spearman = 0,744 dengan signifikansi 0,000 dan nilai t hitung 7,188 yang berarti bahwa Ho ditolak dan H1 diterima atau terdapat hubungan signifikan positif yang kuat antara komunikasi perawat dengan tingkat kepuasan pasien
Berdasarkan gambaran diatas maka penting bagi perawat untuk mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam berkomunikasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kepuasan pasien dalam komunikasi perawat..

Kode File : K011
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll

Asuhan Keperawatan Pada Anak “A” dengan Kejang Demam di Ruang Anak (Studi Kasus)

Kejang demam merupakan kelainan neurologis akut yang paling sering dijumpai pada anak. Bangkitan kejang ini terjadi karena adanya kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38oC) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Penyebab demam terbanyak adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas disusul infeksi saluran pencernaan.
Insiden terjadinya kejang demam terutama pada golongan anak umur 6 bulan sampai 4 tahun. Hampir 3 % dari anak yang berumur di bawah 5 tahun pernah menderita kejang demam. Kejang demam lebih sering didapatkan pada laki-laki daripada perempuan. Hal tersebut disebabkan karena pada wanita didapatkan maturasi serebral yang lebih cepat dibandingkan laki-laki.
Berdasarkan laporan dari daftar diagnosa dari lab./SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. XX Surabaya didapatkan data adanya peningkatan insiden kejang demam. Pada tahun 2007 ditemukan pasien kejang demam sebanyak 83 orang dan tidak didapatkan angka kematian (0 %). Pada tahun 2008 ditemukan pasien kejang demam 132 orang dan tidak didapatkan angka kematian (0 %). Dari data di atas menunjukkan adanya peningkatan insiden kejadian sebesar 37%.
Bangkitan kejang berulang atau kejang yang lama akan mengakibatkan kerusakan sel-sel otak kurang menyenangkan di kemudian hari, terutama adanya cacat baik secara fisik, mental atau sosial yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.
Kejang demam merupakan kedaruratan medis yang memerlukan pertolongan segera. Diagnosa secara dini serta pengelolaan yang tepat sangat diperlukan untuk menghindari cacat yang lebih parah, yang diakibatkan bangkitan kejang yang sering. Untuk itu tenaga perawat/paramedis dituntut untuk berperan aktif dalam mengatasi keadaan tersebut serta mampu memberikan asuhan keperawatan kepada keluarga dan penderita, yang meliputi aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara terpadu dan berkesinambungan serta memandang klien sebagai satu kesatuan yang utuh secara bio-psiko-sosial-spiritual. Prioritas asuhan keperawatan pada kejang demam adalah : Mencegah/mengendalikan aktivitas kejang, melindungi pasien dari trauma, mempertahankan jalan napas, meningkatkan harga diri yang positif, memberikan informasi kepada keluarga tentang proses penyakit, prognosis dan kebutuhan penanganannya..

Kode File : K031
File skripsi ini meliputi :
a. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
b. Daftar Pustaka

Harga : Rp. 85.000,-

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Dalam Intervensi Keperawatan Pada Bayi Resiko Tinggi Hipotermi

Asuhan keperawatan pada bayi resiko tinggi hipotermi diperlukan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berkualitas agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang tepat dan cepat pada bayi. Oleh sebab itu pengetahuan, sikap dan keterampilan perawat yang berkualitas diperlukan dalam proses asuhan keperawatan termasuk didalamnya intervensi keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan pengetahuan dan sikap perawat dalam intervensi keperawatan pada bayi resiko tinggi hipotermi.
Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Sampel yang diteliti sejumlah 25 responden yang ada di ruang Neonatologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling.Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dilakukan analisa statistik Spearman Rank Correlation dengan  0,05.
Hasil distribusi frekuensi menunjukkan bahwa pengetahuan perawat dalam intervensi keperawatan pada bayi resiko tinggi hipotermi dengan persentase terbesar adalah baik yaitu 11 orang (44 %), sikap perawat intervensi keperawatan pada bayi resiko tinggi hipotermi sebagian besar adalah positif yaitu 18 orang (72 %). Adanya hubungan pengetahuan dan sikap dalam intervensi keperawatan pada bayi resiko tinggi hipotermi, ditunjukkan oleh hasil uji Sperman rho didapatkan tingkat korelasi 0,745 dengan signifikansi 0,000. Berdasarkan gambaran di atas ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dan sikap dalam intervensi keperawatan pada bayi resiko tinggi hipotermi.
Berdasarkan gambaran diatas maka penting bagi perawat untuk mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam intervensi keperawatan pada bayi resiko tinggi hipotermi.

Kode File : K027
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll