Archive | Agustus 2012

Hubungan Antara Perilaku Diet, Aktivitas Dan Spiritual Ibu Dengan Nilai Tekanan Darah di Puskesmas XX

Hipertensi dan komplikasinya adalah salah satu penyebab kematian nomor satu secara global. Komplikasi pembuluh darah karena hipertensi dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, infark (kerusakan jaringan) jantung, stroke, dan gagal ginjal. Komplikasi pada organ tubuh, selain menurunkan kualitas hidup penderita, keluarga dan negara juga harus mengeluarkan lebih banyak biaya pengobatan dan perawatan. Wanita rentan mengalami Hipertensi terutama pasca menopause, apabila tidak dapat menjaga kondisi dan berperilaku hidup sehat sejak dini dikhawatirkan akan mengalami peningkatan tekanan darah beserta kemungkinan komplikasi penyakit berbahaya lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku diet, aktivitas dan spiritual Ibu dengan nilai tekanan darah.

Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Juli 2010. Data dianalisa menggunakan model analisis regresi linier berganda pada taraf kesalahan 5%.

Hasil analisis regresi linier berganda memperlihatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku diet, aktivitas dan spiritual Ibu dengan nilai tekanan darah sistole (nilai F hitung = 27,986) dan tekanan darah diastole (nilai F hitung = 27,878). Peneliti menyarankan agar masyarakat dapat menjaga pola makan yang sehat, melakukan aktivitas olah raga dan istirahat yang seimbang, dan menjalani aktivitas spiritual dengan dengan memahami makna dari setiap ritual tersebut dan tetap berjiwa positif, pengendalian emosi dan pasrah atau beserah diri lepada Tuhan sehingga hidup terasa lebih tenang, tidak memiliki beban pikiran berlebihan, kehidupannya yang jauh dari stress.

Kepustakaan : 17 pustaka (tahun 2000 – 2010)

Kode file : J010

File skripsi ini meliputi :

– Bagian depan (daftar isi, dll)

– Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

– Daftar Pustaka

– Lampiran2 (Kuesioner, Master tabel, dll)

Bentuk file : Ms.word

Sikap Perawat Tentang Pemenuhan Kebutuhan Bermain Pada Anak Usia Prasekolah

Bermain mempunyai arti sangat penting bagi anak, yaitu untuk memenuhi kepuasan fisik, emosi, sosial dan perkembangan mental, sehingga anak dapat mengekspresikan perasaan tentang kekuatan, kesepian, fantasi ataupun menunjukkan kreatifitasnya. Hal ini sangat penting disadari oleh para perawat ruang anak, yang sepanjang hari mereka berhubungan dengan anak-anak sebagai pasien, sehingga kebutuhan dan keperluan anak akan dapat terpenuhi secara optimal dengan kondisi keterbatasan yang dialaminya. Untuk itu diperlukan sikap yang positif dari para perawat tentang upaya pemenuhan kebutuhan bermain anak ini. Berdasarkan uraian tersebut peneliti ingin mengetahui bagaimana gambaran sikap perawat Irna Empu Tantular terhadap pemenuhan kebutuhan bermain pada anak usia prasekolah.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan populasi sebanyak 12 orang, dan sampel yang digunakan adalah total populasi. Teknik analisa data menggunakan analisa deskriptif pada pendekatan sikap, dan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui sikap responden dengan pendekatan skala Likert.
Hasil penelitian didapatkan data bahwa 50% mempunyai sikap mendukung (favorable) dan 50% lainnya tidak mendukung (unfavorable) terhadap pemenuhan kebutuhan bermain pada anak usia prasekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan yang nyata pada responden dengan jenjang pendidikan SPK dan D-III (AKPER). Sedangkan dari segi masa kerja diketahui tidak seorangpun responden dengan masa kerja kurang dari 1 tahun yang mendukung, dan responden dengan masa kerja 1 – 3 tahun semuanya mendukung, sedangkan responden dengan masa kerja lebih dari 3 tahun sebagian kecil yang mempunyai sikap mendukung.
Kesimpulan penelitian ini adalah hanya sebagian dari responden yang mempunyai sikap mendukung (favorable) pemenuhan kebutuhan bermain anak usia prasekolah. Secara khusus dapat disimpulkan bahwa responden dengan jenjang pendidikan D-III (AKPER) lebih banyak yang mendukung dari pada responden dengan jenjang pendidikan SPK. Sedangkan sikap responden berdasarkan masa kerja diketahui membentuk kurva tertutup dimana klimaknya terletak pada masa kerja antara 1 – 3 tahun. Peneliti berharap para perawat dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta pengalaman kerjanya, dan selalu bersikap obyektif dan positif terhadap suatu perubahan demi perbaikan pelayanan yang akan diberikan pada masyarakat.

Kode File : K092
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2