Archive | September 2012

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Keberhasilan Toilet Training pada Anak Usia Pra Sekolah di TK XX

Pada studi pendahuluan di TK Aisyah XX diketahui kejadian enuresis sebanyak 10% dari 60 anak. Untuk itu perlu pembinaan orang tua pada anak untuk kemandirian yang diwujudkan melalui toilet training. Kegagalan toilet training mengakibatkan anak tidak percaya diri, rendah diri, malu berhubungan sosial dengan temannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat keberhasilan toilet training pada anak usia pra-sekolah di TK XX. Desain penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan study cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposif sampling berdasarkan kriteria inklusi sebanyak 40 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan korelasi spearman rank.
Dari hasil penelitian didapatkan responden yang menggunakan pola asuh demokratis sebanyak 30%, pola asuh otoriter sebanyak 52,5%, pola asuh permisif sebanyak 12,5%, pola asuh penelantar sebanyak 5%. Sedangkan untuk tingkat keberhasilan yang berhasil sebanyak 25%, cukup berhasil sebanyak 67,5%, kurang berhasil sebanyak 7,5%. Setelah dianalisis dengan korelasi spearman rank diperoleh hasil nilai korelasi positif 0,789 dengan pvalue=0.000 (p<0.05).
Dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho di tolak dan terdapat korelasi yang signifikan antara pola asuh orang ditolak tua dengan tingkat keberhasilan toilet training pada anak usia prasekolah di TK XX. Semakin ke arah pola asuh demokratis penerapan toilet training akan berhasil sedangkan semakin ke arah pola asuh penelantar penerapan toilet training kurang berhasil. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan dalam melakukan penelitian sejenis hendaknya dibuat jumlah pertanyaan yang sama pada tiap dimensi prilaku orang tua dalam pola asuh disamping itu dilakukan pelatihan toilet training dengan melakukan kerja sama antara institusi kesehatan dan sekolah.

Kode Judul : K245

File skripsi ini meliputi :

  • Bagian depan (daftar isi, dll)
  • Bab 1-5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
  • Daftar pustaka
  • Kuesioner, dll

Bentuk file : Ms.Word

Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Pada Ibu Yang Mempunyai Balita Di Posyandu XX

Faktor penyebab kasus gizi buruk akhir-akhir ini adalah masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan gizi balita. Disamping itu secara kumulatif berkurangnya konsumsi sehari-hari menyebabkan melemahnya daya tahan tubuh terhadap infeksi, keadaan ini memperburuk status gizi. Agar kasus gizi buruk tidak bertambah diperlukan upaya agar keluarga mempunyai pemahaman yang baik tentang gizi, mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan kecukupan pangan dan konsumsi gizi. Salah satu indikator keberhasilan dari kegiatan posyandu diantaranya adalah jumlah balita yang ditimbang setiap bulan di posyandu, jumlah balita yang naik berat badannya.

Pendidikan merupakan proses belajar mengajar yang dapat menghasilkan perubahan tingkah laku yang diharapkan. Hasil pendidikan yang berupa perubahan tingkah laku meliputi bentuk kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor.

Selanjutnya menurut Binkesmas Depkes RI pendidikan mempengaruhi seseorang untuk menerima apa yang diberikan. Pendidikan yang rendah mempengaruhi daya serap dalam menerima pengetahuan yang diberikan.Dalam menanamkan pengertian merubah kebiasaan yang dilakukan dalam usaha perbaikan gizi sering kali pula dihambat oleh faktor rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, sebab masyarakat yang pendidikannya rendah masih sulit untuk menerima pengetahuan yang diberikan.

Kode File : K242

File skripsi ini meliputi :
• Daftar isi
• Bab 1-5 lengkap (Pendahuluan s/d penutup)
• Daftar Pustaka
• Lampiran2 (instrumen, dll)

Bentuk file : Ms.Word (Doc)
Donasi : Rp.100.000,-

Pengaturan diet pada lansia dengan hipertensi di Desa XX

Proses penuaan secara fisiologis membawa konsekwensi terhadap perubahan dan gangguan pada sistem kardiovaskuler, antara lain terjadinya penyakit hipertensi. Hipertensi pada lansia diharapkan bisa dikendalikan melalui pengaturan pola makan atau diet yang tepat, sehingga hipertensi dapat terkontrol dan dampak yang ditimbulkan oleh hipertensi tersebut dapat diminimalisasi. Namun fakta dilapangan menunjukkan gejala yang sebaliknya. Masyarakat belum memahami cara pengaturan diet dan pola makan (diet) yang tepat, sehingga kasus hipertensi bukannya berkurang, tapi justru semakin meningkat, bahkan bisa timbul kasus lain yang justru dapat memperberat hipertensi seperti malnutrisi yang terjadi akibat pembatasan makanan berlebihan untuk mencegah hipertensi. Melihat uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui gambaran pengaturan diet pada lansia dengan hipertensi di RW 02 Desa XX.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan populasi lansia yang menderita hipertensi di Desa XX. Jumlah sampel adalah 32 orang diambil secara purposive sampling. Metode pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dilakukan pada bulan Mei 2008. Data dianalisa secara deskriptif rumus prosentase.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pola pengaturan diet 71,9% responden biasa menambahkan bumbu-bumbu masakan seperti kecap, terasi, saus sambal dan lain-lain. Sedangkan jenis diet yang biasa dikonsumsi, 100% responden biasa makan nasi, 93,8% responden biasa makan sayuran hijau, 93,8% responden biasa mengkonsumsi tempe, 96,9% responden biasa menggunakan bawang merah sebagai bumbu masaknya. Pola diet yang kurang sesuai adalah kebiasaan menambahkan bumbu-bumbu masakan seperti kecap, vetsin, terasi, saus sambal (71,9% responden). Penggunaan bumbu-bumbu masak tersebut tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi karena banyak mengandung garam natrium (sodium). Hasil penelitian ini dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan responden yang sebagian besar (53,1%) tidak sekolah. Pendidikan ini berkaitan dengan pengetahuan dan kemampuan seseorang untuk memahami permasalahan yang mereka alami dan solusi pemecahannya.

Kode File : K100
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2

Harga : Rp.100.000,-

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Minat Lansia Terhadap Posyandu Lansia

Posyandu lansia merupakan program Puskesmas melalui kegiatan peran serta masyarakat. Program posyandu lansia yang berjalan dengan baik akan memberi kemudahan bagi lansia dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, dan pelayanan yang bersifat promotif dan preventif sehingga kualitas hidup masyarakat di usia lanjut tetap terjaga dengan baik dan optimal. Posyandu lansia tersebut banyak memberikan manfaat bagi para orang tua dan seharusnya dimanfaatkan dengan baik oleh para lansia. Namun fenomena di lapangan menunjukkan fakta yang berbeda, posyandu lansia hanya dimanfaaatkan oleh sekitar 16,7% dari total populasi lansia dan angka tersebut semakin lama semakin berkurang. Melihat uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penurunan minat lansia terhadap Posyandu Lansia.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan populasi seluruh lansia di Desa XX Kabupaten XX. Jumlah sampel adalah 60 orang diambil secara quota sampling. Metode pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner yang dilakukan pada bulan Juli 2008. Data dianalisa secara deskriptif dengan rumus presentase.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa factor-faktor yang melatarbelakangi penurunan minat lansia terhadap posyandu lansia antara lain 18,3% responden mempunyai pengetahuan yang kurang baik tentang manfaat posyandu lansia, 13,3% responden mempunyai jarak tempat tinggal yang sulit untuk menjangkau posyandu, 41,7% responden mempunyai dukungan keluarga yang kurang baik untuk datang ke posyandu, dan 8,3% responden mempunyai sikap yang kurang baik terhadap petugas posyandu. Banyak lansia yang kurang mendapat dukungan keluarga karena anggota keluarga yang tinggal lansia tersebut kurang lengkap, dimana hanya sekitar 51,7% lansia yang tinggal serumah dengan anggota keluarga lengkap, yaitu dengan suami/istri, anak dan atau cucunya.

Kode File : K093
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2

(microsoft word)

Gambaran Fungsi Intelektual Lansia Di Posyandu Lansia Desa XX

Seseorang dikatakan mengalami penurunan fungsi intelektual yang lazim dikenal dengan demensia atau kepikunan, bila menunjukkan tiga atau lebih dari gejala-gejala berupa gangguan dalam, di antaranya perhatian (atensi), daya ingat (memori), orientasi tempat dan waktu, kemampuan konstruksi dan eksekusi (seperti mengambil keputusan, memecahkan masalah) tanpa adanya gangguan kesadaran. Gejala tersebut bisa disertai gangguan emosi, cemas, depresi agresivitas. Secara garis besar dapat disebutkan demensia merupakan kemunduran progresif kapasitas intelektual yang disebabkan oleh gangguan pada otak.
Penurunan fungsi intelektual dengan gejala sindroma dimensia, akan berimplikasi pada pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari lansia yang bersangkutan. Lansia dengan demensia sering lupa makan dan minum, atau makan dan minum di luar jam makan, serta kurang memperhatikan kualitas makanannya (misalnya makanan yang sudah berjamur). Kebutuhan dasar lain seperti kebutuhan eliminasi, keamanan dan keselamatan, komunikasi dan sebagainya juga akan mengalami hal yang serupa. Keadaan ini tentunya memerlukan perawatan khusus oleh keluarga, dan kalau lansia dirawat di rumah sakit atau instansi pelayanan perawatan, maka hal ini menjadi tanggung jawab dari perawat.

Kode File : K077
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2 (kuesioner, dll)

Bentuk file : Ms.Word

Hubungan dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Lansia Dalam Pemenuhan Aktivitas Sehari-hari di Wilayah Kerja Puskesmas XX.

Lansia merupakan seseorang yang berusia 60 tahun keatas atau lebih. Lansia mengalami perubahan berupa penurunan fungsi organ tubuh sehingga lansia mengalami kesulitan dalam memenuhi aktivitas sehari-hari. Kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari dapat diukur dengan Katz Indeks. Diera globalisasi ini keluarga disibukkan oleh pekerjaan mereka masing-masing sehingga kurang memperhatikan atau memberi dukungan kepada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia. Penelitian ini dengan pendekatan crosssectional. Sampel dipilih dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 142 lansia dan keluarga lansia. Variabel dalam penelitian ini dukungan keluarga dan kemandirian lansia. Data yang terkumpul dianalisa dengan rumus chi square dan didapatkan hasil 11.272 yang lebih besar dari x2 hitung dengan df=3.851. hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di wilayah kerja puskesmas Mojolangu Malang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu jenis dukungan keluarga yang terbanyak adalah dukungan penghargaan. Lansia sebagian besar yaitu sebanyak 64.1 % adalah mandiri dalam pemenuhan aktivitas sehari – hari.. Ada hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari–hari di wilayah kerja puskesmas Mojolangu Malang. Saran hendaknya keluarga selalu meningkatkan dukungan penghargaan pada lansia. Petugas kesehatan diharapkan lebih meningkatkan kerjasama dengan kader lansia karena dukungan keluarga akan meningkatkan kemandirian pada lansia.

Kode File : K059
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll

Hubungan Peran Keluarga Dalam Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak Dengan Status Gizi Anak Usia Prasekolah

Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dalam keluarga, kelompok dan masyarakat. Peran keluarga sangatlah penting bagi anak usia pra sekolah, terutama terhadap status gizi mereka. Adapun perannya adalah sebagai pendidik dan penyedia. Anak-anak pra sekolah pada umumnya berperilaku makan yang tidak sehat dan mereka makan supaya tidak lapar. Tetapi pilihan makanan mereka masih berubah-ubah. Tetapi pada kenyataannya masih banyak orang tua kurang memperhatikan status gizi anak,khususnya pada orang tua yang sibuk bekerja di luar.mereka hanya memberikan uang saku tanpa membekali makanan yang bergizi dari rumah (Promise gold,2006).
Mereka terpengaruh iklan makanan dan makanan ringan yang kelihatan menarik tetapi miskin gizi. Mereka makin sering makan di luar,karena itu orang tua harus lebih memperhatikan gizi anak dan memberikan gizi yang seimbang dan tidak membiasakan anak jajanan di luar. (Promise gold,2006).
Masa prasekolah ditandai dengan perkembangan sosial dan kognitif. Kelompok anak prasekolah (berusia antara 3-5 tahun) dan kelompok anak mulai bersekolah memiliki dua faktor yang sama, yaitu semakin mandiri dan mudah terpengaruh faktor luar keluarga. Kedua faktor ini bisa menyebabkan mereka kekurangan gizi. Oleh karena itu, peran keluarga sebagai pendidik dan penyedia kebutuhan anak berupa makanan yang bergizi sangat menentukan perkembangan mereka (anak prasekolah ) (promise gold,2006).
Pemberian gizi yang paling tepat bagi anak-anak adalah tetap berpedoman pada slogan “Empat sehat lima sempurna”. Menurut para pakar, pemenuhan nutrisi pada anak dipengaruhi beberapa faktor seperti pengetahuan seperti pengetahuan gizi keluarga (terutama ibu), daya beli keluarga, kondisi fisik anak, dan lain-lain.Selain peran status gizi dipengaruhi oleh keluarga dan daya beli keluarga.

Kode File : K099
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2

Asuhan Keperawatan Yang Baik Dan Benar Pada Keluarga Yang Salah Satu Anggota Keluarganya Menderita Penyakit Hipertensi (Studi Kasus)

Hipertensi merupakan factor resiko, primer yang menyebabkan penyakit jantung dan stroke.Hipertensi di sebut juga sebagai The Shilent Disease karena tidak ditemukan tanda –tanda fisik yang dapat dilihat.
Banyak ahli beranggapan bahwa hipertensi lebih tepat disebut sebagai Heterogenus Group of Disease dari pada single disease.Hipertensi yang tidak tekontrol akan menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti otak,ginjal ,mata dan jantung serta kelumpuhan anggota gerak.Namun kerusakan yang paling sering adalah gagal jantung dan stroke serta gagal ginjal .
Untuk menghindari hal tersebut perlu pengamatan secara dini .Hipertensi sering ditemukan pada usia tua/lanjut kira-kira 65 tahun keatas .
Untuk mencegah komplikasi diatas sangat dipeerlukaan perawatan dan pengawasan yang baik.Banyak kasus penderita dan kematian akibat penyakit kardiovaskuler dapat dicegah jika seorang merubah perilaku kebiasaan yang kurang sehat dalam mengkonsumsi makanan yang menyebabkan terjadinya hipertensi,selalu berolah raga secara teratur serta merubah kebiasan hidup lainnya yang dapat mencetus terjadinya penyakit hipertensi seperti merokok,minum-minuman beralkohol.Adapun factor dietik dan kebiasaan makan yang mempengaruhi tekanan daran yang meliputi ,cara mempertahankan berat badan ideal , natrium klorid,Kalium,Kalsium,Magnesium , lemak dan alcohol.
Apabila dalam dalam satu keluarga ada anggota keluarga yang menderita penyakit hipertensi ,maka mungkin dapat timbul beberapa masalah seperti :
1. Ketidak patuhan diit rendaah garam dan rendah lemak.
2. Potensial terjadinyaa komplikasi bagi penderita .
3. Sumber daya keluarga kurang .
4. Perubahan fisiologi ( mudah marah dan tersinggung )
5. Keadaan ekonomi ( bertambahnya pengeluaran dan berkurangnya pendapatan. Keluarga).
Dalam pelaksanaan tugas – tugas kesehatan keluarga mempunyai peranan yang sangat penting daalam pemeliharaan kesehatan bagi anggota keluarga yang menderita penyakit hipertensi .Peran yang dilakukan keluarga yaitu : mengenal gejala hipertensi, mampu mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat untuk menolong klien hipertensi,mampu memberikan asuhan keperawatan pada anggota keluarga yang menderita hipertensi dalam mengatasi masalahnya dan meningkatkan produktivitas keluarga dalam meningkatkan mutu hidup anggota keluarga, yang menderita pen yakit hipertensi.

Kode File : K030
File skripsi ini meliputi :
a. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
b. Daftar Pustaka

Donasi: Rp. 90.000,-

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tentang K.E.P (Kurangenergi Protein) Dengan Perilaku Orang Tua Dalam Meningkatkan Status Gizi Balita Dengan K.E.P

K.E.P (Kurang Energi Protein) menjadi problem nasional yang serius pada masa krisis ini. Dalam meningkatkan status gizi balita dengan K.E.P bukan hanya melalui pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja, tetapi juga menyangkut aspek pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang K.E.P dengan perilaku orang tua dalam meningkatkan status gizi balita dengan K.E.P
Design yang digunakan pada studi ini adalah Cross Sectional dengan populasi orang tua yang mempunyai balita dengan K.E.P diwilayah kerja Puskesmas Ngrambe Kab. Ngawi. Sampel pada penelitian ini berjumlah 48 responden dan pengambilan sampel dengan menggunakan metode sampling random. Variabel independen adalah pengetahuan dan sikap orang tua tentang K.E.P dan variabel dependen adalah perilaku orang tua dalam meningkatkan status gizi balita dengan K.E.P. Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa data yang digunakan Sperman Rank Corelation test dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,005.
Dari hasil penelitia didapatkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua tentang K.E.P dengan perilaku orang tua dengan korelasi rendah dengan nilai p = 0,034 dan r = 0,307 dan ada hubungan antara sikap orang tua tentang K.E.P dengan perilaku korelasi sedang dengan nilai p = 0,004 dan
r = 0,411.
Dari penelitain ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap orang tua tentang K.E.P berhubungan dengan perilaku orang tua dalam meningkatkan status gizi balita dengan K.E.P dengan korelasi rendah dan sedang.

Kode File : K012
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll

Donasi: Rp. 100.000,-