Archive | Oktober 2012

Hubungan Pengetahuan, Komunikasi Interpersonal, Dan Keterampilan Teknik Dengan Penerapan Proses Keperawatan Di RSUD XX

Keperawatan sebagai suatu profesi mengharuskan pelayanan keperawatan diberikan secara profesional berdasarkan pelaksanaan proses keperawatan dengan menggunakan pengetahuan, komunikasi interpersonal, dan keterampilan teknik yang baik. RSUD XX mempunyai perawat dengan berbagai perbedaan pengetahuan, keterampilan komunikasi interpersonal, dan keterampilan teknik yang tentunya akan berpengaruh terhadap pelaksanaan proses keperawatan.

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan penerapan proses keperawatan di RSUD XX, hubungan antara komunikasi interpersonal dengan penerapan proses keperawatan di RSUD XX, hubungan antara keterampilan teknik yang dimiliki perawat dengan penerapan proses keperawatan di RSUD XX.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif  dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Data pengetahuan responden dikumpulkan dengan kuesioner, data tentang komunikasi interpersonal, keterampilan teknik, dan penerapan proses keperawatan dikumpulkan dengan observasi. Subyek penelitian berjumlah 50 orang yaitu semua perawat pelaksana yang melakukan asuhan keperawatan yang bertugas di ruang rawat inap dan instalansi rawat darurat  dengan kriteria : pendidikan minimal SPK, telah bekerja di rumah sakit tersebut minimal  1 tahun, tidak sedang cuti dan mendapat tugas belajar, bersedia menjadi responden. Uji hipotesis menggunakan analisis korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95% atau ά= 0,05.

Hasil penghitungan hubungan antara pengetahuan dengan penerapan proses keperawatan didapatkan rho = 0,186 dan p = 0,197; penghitungan hubungan komunikasi interpersonal dengan penerapan proses keperawatan didapatkan rho = 0,384 dan p = 0,006; penghitungan hubungan keterampilan teknik dengan penerapan proses rho = 0,343 dan p = 0,015.

Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan penerapan proses keperawatan; ada hubungan positif dan bermakna antara komunikasi interpersonal dengan penerapan proses keperawatan; ada hubungan positif dan bermakna antara keterampilan teknik dengan penerapan proses keperawatan.

Kata kunci: Penerapan proses keperawatan, keterampilan teknik, komunikasi interpersonal, pengetahuan

Kode File : MN016
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup)
c. Lampiran2

Persepsi Remaja Terhadap Hubungan Seksual Bebas di SLTP XX

Latar belakang: Dari Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) yang dilakukan pada tahun xx-xx didapatkan 2,4 % atau sekitar 511.336 orang dari 21.264.000 junlah remaja berusia 15-19 tahun dan    8,6 % atau sekitar 1.727.929 orang dari 20.092.200 remaja berusia 20-24 tahun yang belum menikah di Indonesia, pernah melakukan hubungan seks pra nikah dan lebih banyak terjadi pada remaja perkotaan. Fenomena ini menunjukan bahwa perilaku seks bebas dikalangan remaja di berbagai kota khususnya dikota xx semakin meningkat Permasalahan remaja tersebut mengakibatkan terjadinya seks pranikah yang meningkat sehingga memberi dampak seperti kehamilan, pernikahan usia muda dan tingkat aborsi yang tinggi.

Tujuan : Mengetahui persepsi remaja terhadap hubungan seksual bebas di SLTP XX

Metode : Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan susunan deskriptif analitik dan dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data itu dengan menggunakan kuesioner. Subyek penelitian adalah siswa-siswi SLTP XX kelas I dan kelas II yang sedang melaksanakan proses belajar dan bersedia menjadi responden yang berjumlah 80 orang responden dengan menggunakan metode simple random sampling dan variabel yang diteliti yaitu persepsi remaja siswa SLTP XX terhadap hubungan seksual bebas dalam bentuk prosentase untuk tiap-tiap tabel.

Hasil : penelitian adalah persepsi remaja terhadap hubungan seksual bebas ditinjau dari aspek biologis 86,25%, aspek psikologis 78,75%, aspek sosial 77,5%, aspek perilaku 92,5% dan aspek kultur budaya 78,75%.

Kesimpulan : Persepsi remaja terhadap hubungan seksual bebas di tinjau dari aspek biologis, aspek psikologi, aspek social, aspek perilaku dan aspek kultur budaya adalah baik.

Kata kunci: Persepsi, remaja, hubungan seksual bebas

Kode File : KM028
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup)
c. Lampiran2

Hubungan Antara Dimensi Religiusitas Ritualistik Islami Dengan Harga Diri Pada Remaja Di Panti Sosial XX

Latar Belakang: Harga  diri merupakan bagian dari konsep diri  dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Harga diri yang rendah berhubungan dengan hubungan interpersonal yang buruk dan terutama menonjol  pada pasen skizofrenia dan depresi. Bagaimana individu berhubungan dengan orang lain merupakan inti dari kepribadian). Konsep diri negatif sering kali berhubungan dengan depresi klinis Disebutkan dari sekian banyak penyebab depresi, kehilangan merupakan faktor utama, salah satunya kehilangan harapan, harga diri dan ambisi.

Tujuan: Untuk mengetahui tingkat ; dimensi religiusitas ritualistik Islami  remaja, tingkat harga diri remaja dan hubungan antara dimensi religiusitas ritualistik Islami dengan harga diri remaja di Panti Sosial XX.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian non eksperiemental menggunakan metode survei data kuantitatif, dengan rancangan Cross Sectional. Subjek penelitian adalah remaja yang dibina di Panti Sosial XX periode Juli – Desember  2005 sebanyak 57 orang. Data dikumpulkan dengan kuisioner dengan analisis data mengunakan uji statistik rank spearman.

Hasil: Dimensi ritualistik islami remaja menunjukan kategori  agak rendah (24,6%), rendah  (49,1%) dan  kategori sedang (26,3%). Sebagian besar (52,6%)   mempunyai harga diri agak rendah, 28,1% termasuk kategori rendah, 10,3% termasuk kategori sedang dan 8,8% termasuk kategori sangat rendah. Ada hubungan positif bermakna antara dimensi ritualistik islami dengan  harga diri remaja (p=0,022).

Kesimpulan:

Sebagian besar dimensi ritualistik islami remaja menunjukan kategori  rendah dan harga diri remaja termasuk kategori agak rendah. Ada hubungan positif bermakna antara dimensi religiusitas ritualistik islami dengan  harga diri remaja di Panti Sosial XX.

Kata kunci : Remaja, Dimensi Religiusitas, Ritualistik Islami,  Harga Diri.

Kode File : KS004
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup)
c. Lampiran2

Analisis Kesesuaian Penggunaan Diagnosa Keperawatan Tujuan Dan Intervensi Dengan NANDA, NOC (Nursing Outcome Classification) Dan NIC (Nursing Intervention Classification) Pada Pasien Stroke di RSU XX

Stroke merupakan serangan otak yang terjadi secara tiba-tiba dengan  akibat kematian atau kelumpuhan sebelah bagian tubuh. Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah kebagian otak. Asuhan keperawatan pada pasien dengan stroke dapat menggunakan NANDA, NOC dan NIC, karena NANDA, NOC dan NIC merupakan standar bahasa keperawatan yang dapat diterapkan pada semua area keperawatan.

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kesesuaian penggunaan diagnosa keperawatan, tujuan, intervensi keperawatan dan implementasi dengan diagnosa keperawatan NANDA, NOC dan NIC pada pasien stroke di RSU XX.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan tehnik analisis dokumen (content analisis). Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan jumlah sampel 46 status rekam medis pasien. Pengumpulan data dilakukan secara studi dokumentasi terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien stroke.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa diagnosa keperawatan yang sesuai dengan NANDA sebesar 34,5 %, tujuan yang sesuai kemaknaannya dengan NOC sebesar 71,4 %, intervensi  yang sesuai kemaknaannya dengan NIC sebesar 74 % dan implementasi  yang sesuai kemaknaannya dengan NIC sebesar 49,1 %. Diagnosa keperawatan yang ada di SAK yang sesuai dengan NANDA sebesar 77,8 %, tujuan yang ada di SAK yang sesuai kemaknaannya dengan NOC sebesar 79,5 % dan intervensi yang ada di SAK yang sesuai kemaknaannya dengan NIC sebesar 69,7 %.

Asuhan keperawatan yang dilakukan pada pasien stroke untuk diagnosa keperawatan kesesuaiannya dengan NANDA termasuk kategori tidak baik, tujuan kesesuaiannya dengan NOC termasuk kategori cukup, intervensi kesesuaiannya dengan NIC termasuk kategori cukup dan implementasi kesesuaiannya dengan NIC termasuk kategori kurang. Diagnosa keperawatan yang ada di SAK kesesuaiannya dengan NANDA termasuk kategori baik. Tujuan yang ada di SAK kesesuaiannya dengan NOC termasuk kategori baik dan intervensi yang ada di SAK kesesuaiannya dengan NIC termasuk dalam kategori cukup.

Kata kunci : Analisis kesesuaian, diagnosa NANDA, NOC, NIC, pasien stroke.

Kode File : KS004
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup)
c. Lampiran2

Persepsi Klien Ketergantungan Napza Pada Pelaksanaan Terapi Metode Spiritual Dalam Tahap Pemulihan Dipusat Rehabilitasi XX

Latar belakang : Pengguna jarum suntik pada penyalahgunan NAPZA dalam 3 tahun terakhir mengalami peningkatan dari 22% pada tahun 20xx, 46% pada tahun 20xx dan menjadi 61,8% pada tahun 20xx program metode spiritual dilakukan sebagai salah satu terapi pemahaman. Nilai-nilai spiritual merupakan salah satu hal penting dalam upaya rehabilitasi ketergantungan NAPZA. Oleh sebab itu peneliti melakukan penelitian Persepsi klien ketergantungan NAPZA pada pelaksanaan terapi metode spiritual dalam tahap pemulihan dipusat rehabilitasi XX.

Metode : penelitian yang dilakukan ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di Pusat Rehabilitasi XX, dengan mengambil empat responden. Pengumpulan data menggunakan Indepth Interview dan observasi tak terstuktur dengan menggunakan alat bantu perekam suara. Setelah mendapatkan data kemudian dilakukan analisa data kedalam kata kunci, pola, klategori, satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan keterkaitan antar tema, sehingga muncul sebuah kesimpulan.

Hasil : Dari hasil wawancara mendalam dan observasi tak tersruktur, keempat responden Persepsi terhadap pemenuhan kebutuhan berbeda–beda, hal ini disebabkan adanya perbedaan faktor budaya, pendidikan  keterbatasan informasi dan pengalaman responden selama proses pemulihan (lamanya manjalankan terapi spiritual), serta pengalaman dari orang lain, dimana hal ini berpengaruh terhadap persepsi pada program metode spiritual. Faktor-faktor yang berpengaruh pada klien ketergantungan NAPZA pada pelaksanaan terapi metode spiritualyaitu faktor-faktor penghambat dan pendukung dapat mempengaruhi seseorang untuk menyalahgunakan NAPZA kembali dan responden memiliki suatu harapan yang sama yaitu bisa kembali kemasyarakat, bisa bersosialisasi, berdaya guna, mandiri, untuk menghadapi kehidupan yang akan mereka jalani.

Kesimpulan:Kemauan dari klien untuk sembuh untuk sembuh dari ketergantungan NAPZA dapat diatasi dengan kesadaran diri sendiri untuk berusaha dan tak lepas mendapat dukungan dari lingkungan sekitarnya, yaitu keluarga yang kemudian direalisasikan dengan klien masuk rehabilitasi untuk menjalani program pemulihan dengan melaksanakan terapi spiritual

Kata kunci       : Persepsi, NAPZA, Spiritual

Daftar putaka : 23 literature

Kode File : UM002
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – VI (pendahuluan – penutup)
c. Lampiran2

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Stres Pada Mahasiswa Program DIII Keperawatan Kelas Khusus Di Rumah Sakit XX

Latar belakang. Stres merupakan respon tubuh yang sifatnya non spesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya. Perawat yang melanjutkan kuliah akan lebih banyak mengalami stressor.

Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya stres pada mahasiswa program DIII keperawatan kelas khusus di RS. BXX.

Metode. Sampel pada penelitian ini berjumlah 39 mahasiswa, masing – masing responden diberikan satu paket kuesioner yang berisi item  pertanyaan dari variabel yang diteliti. Pengujian validitas dan reliabilitas dengan crombach alpha atas variabel dan konsep tersebut menunjukkan nilai validitas dan reliabilitas yang memenuhi syarat instrumen. Analisis dengan menggunakan distribusi frekuensi, untuk mengetahui frekuensi dan proporsi faktor organisasional, lingkungan dan individu yang mempengaruhi terjadinya stres pada mahasiswa program DIII keperawatan kelas khusus di Rumah Sakit XX.

Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor organisasional mempengaruhi terjadinya stres pada 20 responden ( 51,3% ), faktor  lingkungan mempengaruhi terjadinya stres pada 24 responden ( 61,5% ) dan faktor individu mempengaruhi terjadinya stres pada 23 responden ( 59% )

Kesimpulannya ada faktor organisasional, lingkungan, dan individu yang mempengaruhi  terjadinya stres pada mahasiswa, sehingga perawat yang melanjutkan kuliah diharap dapat memanajemen dirinya sendiri, disamping perlunya dukungan dari lingkungannya ataupun dari organisasi aga004r tidak terjadi stres

Kode File : KS003
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup)
c. Lampiran2

Hubungan Motivasi Dan Kemampuan Akademik Dengan Kinerja Dosen Tetap Akademi Perawatan XX

Latar belakang : Keberhasilan suatu pendidikan diantaranya dipengaruhi sumber daya manusia atau  kinerja staf pengajar (dosen).Supaya menghasilkan kinerja yang baik,seorang dosen harus memiliki kemampuan,kemauan,usaha serta setiap kegiatan yang dilakukan tidak mengalami hambatan yang berat dalam lingkungannya.Dari hasil studi pendahuluan di Akper XX diperoleh gambaran kinerja dosen belum optimal.

Tujuan : Untuk mengetahui hubungan motivasi dan kemampuan akademik dengan kinerja dosen tetap di Akper XX.

Metode : Jenis penelitian non eksperimental deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional dengan cara pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif.Responden terdiri dari semua dosen tetap pada Akper XX ,yang berjumlah 16 orang diambil dengan teknik  total sampling.

Hasil : 81,3% responden memiliki motivasi dan kemampuan akademik sedang, 12,5% rendah, dan 6,3% tinggi.Sedangkan tingkat kinerja sebanyak 56,3% dosen yang memiliki kinerja rendah,37,5% sedang dan 6,3% tinggi.Ada hubungan yang bermakna antara motivasi dan kemampuan dengan kinerja dosen tetap pada Akper XX dengan nilai F sebesar 7,379 dan p = 0,007 (p < 0,05).

Kesimpulan : Kinerja dosen tetap pada Akper XX belum optimal.Ada hubungan yang bermakna antara motivasi dan kemampuan  akademik dengan kinerja dosen tetap pada Akper XX.

Kata Kunci : Motivasi, Kemampuan akademik, Kinerja

Kode File : UM005
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup)
c. Lampiran2

Evaluasi Pelaksanaan Perawatan Luka Jahitan Perineum Pada Ibu Post Partum Di Unit Kebidanan RSU XX

Latar Belakang: Luka perineum merupakan daerah yang tidak mudah dijaga agar tetap bersih dan kering. Pengamatan dan perawatan khusus diperlukan untuk menjamin agar sembuh dengan cepat. Bidan merupakan mata rantai yang sangat penting karena kedudukannya sebagai ujung tombak melalui kemampuannya untuk melakukan pengawasan dan pertolongan persalinan dan pengawasan post partum. Perawatan perineum dilakukan oleh perawat segera setelah persalinan dan selanjutnya dirawat sendiri oleh pasien, dimana pasien dirawat 2 hari di Rumah Sakit dan dianjurkan kontrol pada hari 7 post partum.

Tujuan: mengetahui gambaran pelaksanaan perawatan perineum ibu post partum.

Metode: merupakan penelitian deskriptif evaluatif dengan menggunakan teknik observasional. Teknik sampling dengan purposive sample. Sampel penelitian adalah ibu post partum dengan luka perineum yang memenuhi kriteria inklusi. Analisa data menggunakan analisa deskriptif kualitatif.

Hasil: Pelaksanaan perawatan perineum oleh perawat dengan kriteria baik pada 18 responden (37,5%) dan cukup pada 30 responden (62,5%). Pelaksanaan perawatan oleh pasien sebagian besar dalam kriteria cukup sebanyak 32 responden (66,7%), baik 12 responden (25%) dan kurang 4 responden (8,3%).

Kesimpulan : Pelaksanaan perawatan luka perineum oleh perawat sebagian besar dalam kategori cukup baik, teknik perawatan luka oleh pasien sebagian besar dalam kategori cukup baik.

Kata kunci: Perawatan perineum, luka perineum, post partum.

Kode File : MT011
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup)
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2

Hubungan Pelaksanaan Dengan Kepuasan Pasien Tentang Komunikasi Terapeutik Di Instalasi Rawat Darurat RSUD XX

Komunikasi terapeutik merupakan salah satu cara untuk memberikan informasi yang akurat dan memmbina hubungan saling percaya terhadap pasien sehingga pasien akan merasa puas dengan pelayanan yang diterimanya. Di instalasi rawat darurat RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto perawat melakukan komunikasi berdasar kebiasaan/ rutinitas kerja sehari-hari dan belum sepenuhnya memperhatikan tehnik dan tahapan baku komunikasi dengan baik dan benar.

Untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan dengan kepuasan pasien tentang komunikasi terapeutik.

Penelitian ini adalah penelitian diskriptif korelasional dengan rancangan penelitian Cross Sectional, yang menggunakan total sampel untuk mengetahui pelaksanaan komunikasi terapeutik oleh perawat dengan responden sesuai kriteria inklusi sebanyak 22 orang, data diambil dengan cara observasi, dan untuk melihat tingkat kepuasan pasien dengan cara kuota sampling dengan jumlah responden yang sesuai kriteria inklusi sebanyak 112 orang.

Dari hasil observasi, pelaksanaan komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh 22 perawat terhadap 112 pasien menunjukkan bahwa perawat melaksanakan komunikasiterapeutik dengan sangat baik kepada 4(3,6%) pasien, dengan baik kepada 49 (43,8%) pasien, dengan cukup baik kepada 40 (35,7%) pasien dan dengan tidak baik kepada 19 (17%) pasien. Berdasar kuesioner yang terkumpul didapat gambaran tentang kepuasan pasien tentang komunikasi terapeutik selama dirawat di IRD yaitu 9 pasien (8%) merasa sangat puas, 84 pasien (75%) merasa puas, 19 pasien (17%) merasa kurang puas dan tidak ada pasien merasa tidak puas, dari hasil korelasi bivariate Spearman Rank menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pelaksanaan dengan kepuasan pasien tentang komunikasi terapeutik

Sebagian besar perawat di Instalasi Rawat Darurat sudah melakukan kounikasi terapeutik dengan cukup baik dan kepuasan pasien tentang komunikasi terapmeutik adalah puas, ada hubungan yang bermakna antara pelaksanaan dengan kepuasan pasien tentang komunikasi terapeutik

Kata Kunci: Komunikasi terapeutik, Kepuasan Pasien, Pelaksanaan, Hubungan

Kode File : UM001
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2

KODE
JUDUL SKRIPSI
FILE LENGKAP
UM001 HUBUNGAN PELAKSANAAN DENGAN KEPUASAN PASIEN TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI INSTALASI RAWAT DARURAT RSUD XX
UM002 PERSEPSI KLIEN KETERGANTUNGAN NAPZA PADA PELAKSANAAN TERAPI METODE SPIRITUAL DALAM TAHAP PEMULIHAN DIPUSAT REHABILITASI XX
UM003 HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL KLIEN DENGAN KRISIS PENYAKIT/PENDERITAAN/KEMATIAN
UM004 HUBUNGAN ANTARA DIMENSI RELIGIUSITAS RITUALISTIK ISLAMI DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA DI PANTI SOSIAL XX
UM005 HUBUNGAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN AKADEMIK DENGAN KINERJA DOSEN TETAP AKADEMI PERAWATAN XX
UM006 PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KEGAWATAN NAFAS DAN TINDAKAN RESUSITASI PADA NEONATUS  YANG MENGALAMI KEGAWATAN PERNAFASAN DI RUANGNICU, RUANG PERINATOLOGI  DAN RUANG ANAK RSUD XX
UM007 HUBUNGAN PENERAPAN ASPEK SPIRITUALITAS PERAWAT DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI RS XX
K189 PENGARUH STRATEGI KOPING DALAM ASUHAN KEPERAWATAN TERHADAP RESPON PSIKOLOGIS PENDERITA HIV-AIDS DI RUANG RSU XX