Archive | November 2012

Skripsi Keperawatan Keluarga/Komunitas/Gerontik #1

 

KODE FILE JUDUL SKRIPSI
JR20 Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia yang Menderita Penyakit Kronis di RS XX
J010 HUBUNGAN ANTARA PERILAKU DIET, AKTIVITAS DAN SPIRITUAL IBU DENGAN NILAI TEKANAN DARAH DI PUSKESMAS XX
J011 HUBUNGAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TUBERCULOSIS (TBC) DI KECAMATAN XX
K059 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN AKTIVITAS SEHARI-HARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XX
K077 GAMBARAN FUNGSI INTELEKTUAL LANSIA DI DESA XX KABUPATEN XX
K093 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN MINAT LANSIA TERHADAP POSYANDU LANSIA DI DESA XX KABUPATEN XX
NW001 Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas XX Kecamatan XX
NW004 Hubungan Pendidikan Dan Pengetahuan Dengan Kejadian Diare Pada Balita  Di Wilayah Kerja Puskesmas XX Kecamatan XX
KM001 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGAGALAN PENGOBATAN TBC DI PUSKESMAS XX
KM002 HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA  DENGAN DERAJAT KEGAWATAN PENYAKIT DIARE DI RUANG INSTALASI RAWAT DARURAT RSU XX
KM003 PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SLTP NEGERI XX
KM004 STUDI KOMPARATIF PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN PASI (SUSU FORMULA) TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT DIARE PADA BAYI (0 – 6 BLN) DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS XX
KM005 KARAKTERISTIK FAKTOR RESIKO HIPERTENSI PADA LANJUT USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XX
KM006 HUBUNGAN PERANAN KELUARGA DAN MOTIVASI PASIEN DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK INTERNA RSU XX
KM007 FAKTOR   –   FAKTOR   YANG   BERHUBUNGAN   DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF    PADA BAYI   USIA  0 – 6   BULAN   DI   KELURAHAN XX
KM008 KEBERHASILAN STRATEGI DOTS DALAM MENGANTISIPASI KETIDAKPATUHAN BEROBAT PENDERITA TUBERKULOSIS PARU
(Studi Kasus di Puskesmas XX  Kabupaten XX)
KM009  HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN DAN PERAWATAN DIARE PADA ANAK Dl PUSKESMAS XX
KM010  FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 3 – 5 TAHUN DI PUSKESMAS XX KECAMATAN XX KABUPATEN XX
KM011  HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KELENGKAPAN PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI DI DESA XX
KM012  FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONDISI KESEHATAN ANAK USIA 1- 5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XX
KM013  HUBUNGAN  KONSELING  KB  DENGAN KESERTAAN MENJADI AKSEPTOR KB DI MASYARAKAT DI KELURAHAN XX
KM014  FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI  DI DESA XX WILAYAH KERJA PUSKESMAS XX
KM015  FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XX
KM016  HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN INJECTING DRUG USER (IDU) USIA 15-35 TAHUN (Di Ruang Napza RSJ XX
KM017  STUDI TENTANG GANGGUAN PENDENGARAN PADA PASIEN YANG MENJALANI TERAPI OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) KATEGORI I DAN KATEGORI II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XX
KM018  GAMBARAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KELUARGA UNTUK PEMANFAATAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XX
KM019  FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PENDERITA TB PARU DAN KELUARGA PESERTA DOTS  DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XX
KM020  HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KELUARGA DENGAN KEJADIAN TB PARU DI PUSKESMAS XX
KM021  FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XX
KM022  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PUSKESMAS OLEH KELUARGA YANG MEMPUNYAI BALITA DI KECAMATAN XX KABUPATEN XX
KM023  HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 XX
KM024  HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL IBU DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF SELAMA ENAM BULAN DI DESA XX KELURAHAN XX KEC. XX
KM025  FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT DHF DI MASYARAKAT
KM026  HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN ISPA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS XX
KM027  HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA DENGAN PEMANFAATAN KMS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XX
KM028  PERSEPSI REMAJA TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL BEBAS DI SLTP XX
KM029  KARAKTERISTIK KEMATIAN PERINATAL PADA PUSKESMAS DIWILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN XX
KM030  HUBUNGAN POLA MENSTRUASI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) REMAJA SISWI SMP NEGERI XX
KM031  GAMBARAN  PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KELUARGA UNTUK PEMANFAATAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XX KABUPATEN XX
KM032  HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KELUARGA DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH PUSKESMAS XX
KM033  FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN POSYANDU BAGI KELUARGA BALITA DI DESA XX KAB. XX
KM034  GAMBARAN TINGKAT KEMANDIRIAN TERKAIT DENGAN KONDISI KESEHATAN LANSIA DI PANTI SOSIAL XX KABUPATEN XX

Gambaran Stres Kerja Perawat Instalasi Rawat Darurat Rumah Sakit XX

Stres merupakan ketidakmampuan mengatasi ancaman yang dihadapi oleh mental, fisik, emosional dan spiritual manusia yang pada suatu saat dapat mempengaruhi kesehatan fisik manusia tersebut. Umumnya ada tiga kelompok penyebab utama stres kerja, yaitu penyebab organisasional, individual dan lingkungan. Stres kerja digambarkan dengan mengidentifikasi penyebab stres, akan tetapi sampai saat ini stres kerja tersebut belum digambarkan dengan jelas, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran stres kerja perawat di IRD RS XX.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan Populasi penelitian berjumlah 16 orang dan sampel diambil dengan menggunakan metode total sampling (16 responden). Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner yang diadopsi dari instrumen Pengukuran Stres Kerja Pada Perawat IRD (Nursalam) dan data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan narasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres kerja perawat Instalasi Rawat Darurat Rumah Sakit Daerah Kabupaten Malang berdasarkan gejala fisik maupun gejala psikologis paling banyak berada pada intensitas sedang yaitu sebanyak 50% dan 81,25% responden.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa stres kerja perawat Instalasi Rawat Darurat Rumah Sakit Daerah Kabupaten Malang berdasarkan gejala fisik maupun gejala psikologis paling banyak berada pada intensitas sedang. Masa kerja yang cukup lama, pendidikan yang cukup tinggi serta manajemen staf yang baik dapat menangkal terjadinya stres kerja perawat IRD RS XX. Peneliti menyarankan agar rumah sakit hendaknya mempertahankan dan meningkatkan manajemen administrasi keperawatan yang telah baik, dengan memberi kesempatan pada tenaga keperawatan untuk mengatur dirinya sebanyak mungkin, dan mendukung pelatihan-pelatihan manajemen kepemimpinan bagi perawat.

Kode File : Q013
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2

Bentuk file : Ms.Word
Charge/Fee : Rp. 100.000,-

Hubungan Motivasi Kerja Dengan Tingkat Kedisiplinan Perawat PNS dan HHL Di RSU XX

Mutu pelayanan di rumah sakit sangat ditentukan oleh pelayanan keperawatan atau asuhan keperawatan. Perawat sebagai pemberi jasa keperawatan harus bekerja secara sungguh-sungguh dan penuh motivasi. Motivasi merupakan rangsangan, dorongan dan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang yang mau berbuat dan bekerja secara optimal melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perawat bertanggung jawab atas penggunaan waktu mereka dalam bertugas, dan untuk memenuhi semua itu diperlukan perilaku disiplin dari masing-masing individu perawat. Pengelolaan kedisiplinan secara umum dapat dijalankan dengan baik di rumah sakit swasta di Indonesia, namun di rumah sakit pemerintah terlihat masih terdapat perbedaan perlakuan terhadap para karyawannya (perawat) khususnya yang berstatus pegawai negeri (PNS) dan yang berstatus honorarium harian lepas (HHL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan tingkat kedisiplinan perawat PNS dan HHL di Rumah Sakit XX.
Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan populasi sebanyak 141 perawat, jumlah sampel adalah total sampling (141 responden). Teknik analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan < 0,05. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner motivasi kerja yang diadopsi dari Siswanto B dan studi dokumentasi absensi karyawan RSD Kabupaten Malang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perawat PNS dan HHL yaitu sebanyak 86 orang (60,99%) mempunyai motivasi kerja sedang, sebanyak 31 orang (21,99%) mempunyai motivasi kerja tinggi, dan sisanya sebanyak 24 orang (17,02%) mempunyai motivasi kerja rendah. Sedangkan tingkat kedisiplinan diperoleh hasil sebanyak 112 orang (80,1%) mempunyai tingkat kedisiplinan tinggi dan sebagian kecil sisanya sebanyak 28 orang (19,9%) mempunyai tingkat disiplin yang rendah.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian adalah hubungan motivasi kerja dengan tingkat kedisiplinan perawat yang diukur dengan menggunakan teknik uji Chi-Square diperoleh hasil sebesar 73,228 pada tingkat kemaknaan (signifikansi) 0,000. Karena harga Chi-Square hitung lebih besar dari harga tabel (73,228 > 5,591) dan tingkat kemaknaan lebih kecil dari alfa () yang ditetapkan (0,000 < 0,05) maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis kerja (H1) diterima, sehingga bisa disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan tingkat kedisplinan perawat PNS dan HHL di Rumah Sakit XX.

Kode File : Q014
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2

Bentuk file : Ms.word
Donasi Rp. 100.00,-

Pengetahuan Ibu Tentang Cara Memeberikan ASI yang Baik pada Balita Usia 0 – 18 Bulan

Memberikan ASI mungkin tidak semudah yang dibayangkan banyak orang, mungkin akan didapatkan banyak hambatan dalam pelaksanaannya. Dengan alasan yang klasik ibu-ibu bekerja memilih untuk memberikan susu formula kepada bayinya. Namun apapun alasannya, memberikan ASI tetap merupakan pilihan yang sangat baik dan mungkin yang terbaik. Semua ini penting untuk diketahui oleh para ibu khususnya yang menyusui mengingat manfaat yang sangat besar bagi bayi, ibu dan keluarga. Sebagai bentuk pasif dari perilaku, pengetahuan ibu akan sangat mempengaruhi apakah ibu telah memberikan ASI secara baik pada bayinya. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui bagaimana pengetahuan ibu tentang cara memberikan ASI yang baik pada balita usia 0 – 18 bulan berdasarkan karakteristik usia, pendidikan dan pekerjaan ibu.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan populasi sebanyak 157 orang, dan sampel yang digunakan adalah metode Krecjie sebanyak 113 orang. Teknik analisa data menggunakan analisa deskriptif dengan alat ukur kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan karakteristik usia, responden yang berpengetahuan baik adalah mayoritas berusia antara 21 – 29 tahun. Berdasarkan karakteristik pendidikan, yang berpengatahuan baik adalah 79,2% dari responden dengan pendidikan PT, dan berdasarkan karakteristik pekerjaan, mayoritas responden yang berpengetahuan baik adalah guru dan karyawan
Kesimpulan dari penelitian tentang pengetahuan ibu tentang cara memberikan ASI yang baik pada balita usia 0 – 18 bulan di Kelurahan xx ini adalah semakin tinggi (tua) usia seseorang (ibu) maka semakin baik pula pengetahuannya, dan semakin tinggi jenjang pendidikan ibu diketahui semakin baik pula pengetahuannya, serta pekerjaan ibu sebagai guru, karyawan dan wiraswasta lebih baik dari ibu yang bekerja sebagai IRT, buruh dan petani.

Kode File : K090
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2