Archive | Januari 2013

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN REHIDRASI PADA PASIEN DIARE ANAK USIA 2 – 5 TAHUN DI RS XX

Pada umumnya masalah penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan masih merupakan masalah kesehatan terbesar di Indonesia baik dikarenakan masih buruknya kondisi sanitasi dasar, lingkungan fisik maupun rendahnya perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Diare juga diketahui sebagai penyumbang utama pada masalah kekurangan gizi. Bahaya utama diare adalah kematian yang disebabkan karena tubuh banyak kehilangan air dan garam yang terlarut sehingga penanganan dehidrasi dengan melakukan rehidrasi yang intensif harus segera dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis cairan dan cara pemberian cairan dengan rehidrasi pada pasien diare di labuang baji makassar. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan (masukan) informasi bagi para perawat khususnya dalam memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar manusia terutama pemenuhan cairan dan elektrolit pada pasien diare. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Analitik dengan metode Cross Sectional yaitu rancangan yang mengkaji dinamika korelasi/hubungan Variabel Independen dengan Variabel Dependen pada saat yang bersamaan. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien diare yang dirawat di rumah sakit labuang baji dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji statistic Chi-square. Hasil penelitian menyatakan adanya hubungan antara jenis cairan dan cara pemberian cairan dengan rehidrasi pada pasien diare di rumah sakit labuang baji makassar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka perlu optimalisasi peran tenaga kesehatan termasuk perawat sebagai perawat pelaksana dalam memberikan tindakan keperawatan secara intensif kepada pasien diare.

Kode File : AN011
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2 (Lembar Observasi,Master Tabel, Hasil SPSS)

Hubungan Peran Keluarga Dalam Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak Dengan Status Gizi Anak Usia Prasekolah

Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dalam keluarga, kelompok dan masyarakat. Peran keluarga sangatlah penting bagi anak usia pra sekolah, terutama terhadap status gizi mereka. Adapun perannya adalah sebagai pendidik dan penyedia. Anak-anak pra sekolah pada umumnya berperilaku makan yang tidak sehat dan mereka makan supaya tidak lapar. Tetapi pilihan makanan mereka masih berubah-ubah. Tetapi pada kenyataannya masih banyak orang tua kurang memperhatikan status gizi anak,khususnya pada orang tua yang sibuk bekerja di luar.mereka hanya memberikan uang saku tanpa membekali makanan yang bergizi dari rumah (Promise gold,2006).
Mereka terpengaruh iklan makanan dan makanan ringan yang kelihatan menarik tetapi miskin gizi. Mereka makin sering makan di luar,karena itu orang tua harus lebih memperhatikan gizi anak dan memberikan gizi yang seimbang dan tidak membiasakan anak jajanan di luar. (Promise gold,2006).
Masa prasekolah ditandai dengan perkembangan sosial dan kognitif. Kelompok anak prasekolah (berusia antara 3-5 tahun) dan kelompok anak mulai bersekolah memiliki dua faktor yang sama, yaitu semakin mandiri dan mudah terpengaruh faktor luar keluarga. Kedua faktor ini bisa menyebabkan mereka kekurangan gizi. Oleh karena itu, peran keluarga sebagai pendidik dan penyedia kebutuhan anak berupa makanan yang bergizi sangat menentukan perkembangan mereka (anak prasekolah ) (promise gold,2006).
Pemberian gizi yang paling tepat bagi anak-anak adalah tetap berpedoman pada slogan “Empat sehat lima sempurna”. Menurut para pakar, pemenuhan nutrisi pada anak dipengaruhi beberapa faktor seperti pengetahuan seperti pengetahuan gizi keluarga (terutama ibu), daya beli keluarga, kondisi fisik anak, dan lain-lain.Selain peran status gizi dipengaruhi oleh keluarga dan daya beli keluarga.

Kode File : K099

File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2

Pengaruh terapi musik klasik terhadap perubahan kreativitas pada anak autis

Autisme adalah sebuah sindrom gangguan perkembangan system syaraf pusat yang ditemukan pada sejumlah anak ketika masa kanak – kanak hingga masa sesudahnnya (Purwati,2007). Salah satu penyebab autis dapat dikarenakan adanya kelainan pada otak anak, yang berhubungan dengan jumlah sel syaraf, baik itu selama kehamilan maupun setelah persalinan, kemudian juga disebabkan adanya kongenital Rubella, Herpez Simplex Enchepalitis, dan Cytomegalovirus Infection.

Prevalensi autisme pada anak berkisar 2 – 5 penderita dari 10.000 anak – anak dibawah 12 tahun. Apabila retardasi (keterbelakangan mental) berat dengan beberapa gambaran autisme dimasukkan, maka angkanya meningkat menjadi 20 penderita dari 10.000 anak. Rasio perbandingan 3 : 1 untuk anak laki – laki dan perempuan. Dengan kata lain, anak laki – laki lebih rentan menyandang sindrom autisme dibandingkan anak perempuan. Bahkan diprediksikan oleh para ahli bahwa kuantitas anak autisme pada tahun 2010 akan mencapai 60% dari keseluruhan populasi anak di seluruh dunia.

Anak autisme terisolasi dari lingkungan dan hidup di dunianya sendiri, tidak bisa berbicara secara normal, berkomunikasi, berhubungan dengan orang lain dan belajar berinteraksi dengan seseorang. Penyandang autisme pada umumnya tidak mampu mengembangkan permainan yang kreatif dan imajinatif. Oleh karena itu mereka membutuhkan stimulasi agar bisa mengembangkan daya kreativitas dan imajinasinya untuk dapat bersosialisasi dengan orang lain.

Terapi autisme menurut Tjin Wiguna (2002) yang ditulis oleh Astuti (2007) adalah penatalaksanaan anak dengan gangguan autisme secara terstruktur dan berkesinambungan untuk mengurangi masalah perilaku dan untuk meningkatkan kemampuan belajar dan perkembangan anak sesuai atau paling sedikit mendekati anak seusianya dan bersifat multi disiplin yang meliputi: (1) terapi perilaku berupa ABA (Applied Behaviour Analysis), (2) terapi biomedik (medikamentosa), (3) terapi tambahan lainnya yaitu, terapi wicara, terapi sensory integration, terapi musik, terapi diet, dll .

Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembanngan IQ (Intelegent Quotient) dan EQ (Emotional Quotient). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Para peneliti juga menemukan bahwa musik dapat meningkatkan kreativitas, memperbaiki kepercayaan diri, mengembangkan ketrampilan sosial, menaikkan perkembangan motorik persepsi dan perkembangan psikomotor. Pendapat ini didukung oleh penelitian yang dilakukan ahli saraf dari Universitas Harvard, Mark Tramo , (2006). Ia mengatakan, di dalam otak terdiri dari jutaan neuron yang menyebar di otak akan menjadi aktif saat mendengarkan musik. Rangsangan neuron itulah yang meningkatkan kecerdasan. Maka dari itu, diperlukan suatu kerjasama antara tenaga pendidik, tenaga medis, termasuk perawat serta psikiatri atau psikolog agar dapat mendeteksi dini dan untuk penanganan secara cepat dan tepat bagi para penderita autis.

Kode File : K060

File skripsi ini meliputi :

a. Bab I – VII (pendahuluan – penutup) lengkap

b. Daftar Pustaka

Bentuk file : Ms.word

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Besi di RSUD XX

Rendahnya kepatuhan menjadi penyebab kegagalan penanganan anemia. Ketidakpatuhan konsumsi zat besi timbul karena ketidaksadaran wanita hamil bahwa selama hamil mereka membutuhkan zat besi dan juga mungkin disebabkan oleh efek samping dari tablet besi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi.

Jenis penelitian  adalah deskriptif analitik dengan pendekatan ”cross sectional study”, dengan tujuan untuk melihat faktor – faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi di RSUD XX. Dimana subjek penlitian dan pengukuran status krakter atau variabel subjek diukur menurut keadaan atau statusnya secara simultan pada satu saat dalam suatu sampel populasi yang ”representatif” atau memberi kesempatan pada peneliti untk melakukan analisis ”deskriptif” dari variabel yang diteliti dengan menggunakan uji statistik ”Chi-Square” dengan tingkat kemaknaan α 0,05.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan  dalam mengkonsumsi tablet besi, ada hubungan motivasi ibu hamil dengan kepatuhan  dalam mengkonsumsi tablet besi, ada hubungan peran serta ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet besi, ada hubungan pelayanan kesehatan dengan kepatuhan  dalam mengkonsumsi tablet besi, di RSUD XX.

Kata kunci    :  Pengetahuan, motivasi, peran serta keluarga,pelayanan kesehatan dan kepatuhan ibu hamil

Kode file : MT012
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka+Kuisioner, dll

Bentuk file  (word)

Hubungan Pola Menstruasi Dengan Kadar Hemoglobin (Hb) Remaja Siswi SMP Negeri XX

Masa remaja merupakan masa dimana anak mengalami perubahan fisik dan psikis serta pematangan seksual. Pada remaja putri pubertas ditandai dengan menstruasi yang pertama. Pada masa terjadi menarche (awal menstruasi) itu berarti mulai terjadi pembuangan Fe tiap menjalani siklus menstruasi setiap bulan,  sehingga remaja putri lebih rentan terhadap anemia. Itulah sebabnya remaja membutuhkan zat besi untuk mengembalikan kondisi tubuh kekeadaan semula.

Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analitik dengan desain studi Cross sectional. Yaitu untuk melihat hubungan antara faktor penyebab dan akibat dalam waktu yang bersamaan. Analisis hasil penelitian menggunakan uji statistik Chi square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi  SMP XX Kabupaten XX, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu 68 responden dengan menggunakan tehnik purposive sampling.

Setelah dilakukan penelitian dengan uji korelasi diperoleh hasil bahwa lama haid (p=0,000), siklus haid (p=0,003), banyaknya darah haid (p=0,002), karena nilai p<0,05 maka ada hubungan dengan kadar hemoglobin (Hb) remaja siswi SMP XX. Setelah dilakukan uji regresi diketahui bahwa lama haid memiliki hubungan yang paling besar dengan kadar hemoglobin (Hb)  remaja siswi SMP XX dengan tingkat signifikan (p=0,009).

Kata kunci : Menstruasi, kadar hemoglobin

Kode file : KM030
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka+Kuisioner+Master Tabel, dll