Archive | April 2016

Gambaran Stres Mahasiswa Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas XX

Stres adalah realita kehidupan setiap hari yang tidak dapat dihindari. Dalam kegiatannya mahasiswa juga tidak terlepas dari stres. Stresor atau penyebab stres pada mahasiswa dapat bersumber dari kehidupan akademiknya, terutama dari tuntutan eksternal dan tuntutan dari harapannya sendiri. Tuntutan eksternal dapat bersumber dari tugas-tugas kuliah, beban pelajaran, tuntutan orang tua untuk berhasil di kuliahnya, dan penyesuaian sosial di lingkungan kampusnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stres pada mahasiswa pendidikan sarjana fakultas keperawatan dan metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampling yaitu probality sampling dengan jumlah sampel sebanyak 202. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami stres ringan sebanyak 62 orang (30.7%), stres sedang sebanyak 137 orang (60.8%) dan berat sebanyak 3 orang (1.5%). Adaptasi dengan stres yang dialami dengan cara yang tepat sangat penting bagi mahasiswa keperawatan dalam menjalani perkuliahannya sehingga proses pendidikan berjalan dengan baik tanpa mengalami distres.

Kata kunci : Stres, Mahasiswa Keperawatan

[ KODE FILE : AP35 ]

Hubungan Karakteristik Pasien dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Umum P

Karakteristik adalah hal yang membedakan seseorang atau hal yang menggambarkan bagaimana seseorang unik atau berbeda dengan orang lain. Karakteristik pasien yang diteliti dalam penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, suku, agama, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, penghasilan/ekonomi.penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan karakteristik pasien dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSUP xxx yang berjumlah 56 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kolerasi dimana penelitian ini menggunakan instrumen berbentuk pilihan yang dichecklist. Analisa data yang digunakan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua karakteristik memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Karakteristik pasien yang memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup adalah pekerjaan (p=0,004) yang artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan kualitas hidup gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di RSUP xxx, sedangkan karakteristik yang tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup adalah usia, jenis kelamin, suku, agama, status perkawinan, pendidikan, dan penghasilan/ekonomi. Dengan demikian dari delapan karakteristik pasien yang di teliti pada penelitian ini, hanya karakteristik pekerjaan yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup. Oleh karena itu perlu mengoptimalkan asuhan keperawatan terutama dalam hal memperhatikan kebutuhan istirahat pasien yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa.

Kata kunci : Karakteristik Pasien, Kualitas Hidup

[ KODE FILE : AP34 ]

Gambaran Tingkat Kecemasan Dan Beban Keluarga Pada Klien Yang Menderita Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Umum Daerah XX

Kecemasan merupakan gangguan yang disebabkan oleh konflik yang tidak di sadari terkait keyakinan, nilai, krisis situasional, maturasi, ancaman pada diri sendiri dan kehidupan atau kebutuhan yang tidak terpenuhi. Beban Keluarga adalah pihak utama yang menanggung beban fisik, emosional dan finansial karena adanya masalah salah satu anggota keluarga yang menderita penyakit. Penelitian bertujuan mengidentifikasi tingkat kecemasan dan beban keluarga pada klien yang menderita diabetes melitus di rumah sakit umum xxx. Desain deskriptif dengan Jumlah sampel sebanyak 63 orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas mengalami kecemasan sedang (60,3%), mengalami kecemasan berat (23,8%), serta kecemasan ringan (15,9%) dan keluarga mayoritas mengalami beban berat (42,9%) dan beban sedang (39,7%), serta mengalami beban ringan (17,6%). Petugas kesehatan diharapkan agar dapat meningkatkan pelayanan keperawatan keluarga. pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian tentang faktor faktor yang mempengaruhi kecemasan dan beban yang di alami keluarga.

Kata kunci : Tingkat Kecemasan, Beban Keluarga, Diabetes Melitus

[ KODE FILE : AP33 ]

 

Stressor Keluarga Selama Anak Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kota XX

Stresor adalah hal-hal yang dapa menyebabkan stres pada keluarga yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti diagnosa penyakit, tindakan pengobatan/perawatan, ketidaktahuan merawat penyakit anak, kurangnya support sistem, ketidakmampuan menggunakan mekanisme koping, dan kurangnya komunikasi antar keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi stressor keluarga selama anak dirawat inap di rumah sakit umum daerah kota xxx, dengan menggunakan desain deskriftif. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode total sampling yaitu dengan mengetahui jumlah pasien pada bulan April 20xx  yaitu sebanyak 49 orang. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 20 juli sampai agustus 20xx dengan membagikan kuesioner yang terdiri dari 2 bagian yaitu bagian pertama kuesioner data demografi, dan bagian kedua kuesioner stressor keluarga selama anak dirawat inap dirumah sakit. Dari analisa data diperoleh hasil bahwa yang menjadi stressor keluarga selama anak dirawat inap dirumah sakit dilihat dari masing-masing aspek yaitu keluarga melihat anak mendapat pengobatan seperti pengambilan darah dan pemasangan infuse (93,9%), keluarga tidak mampu merawat anak tanpa bantuan perawat (85,7%), keluarga belum dapat menerima penyakit yang dialami anak walaupun anak sudah mendapat perawatan (75,5%), keluarga tidak tahu apa yang menjadi kebutuhan anak selama dirumah sakit (73,5%), keluarga tidak mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh penyakit anak (71,4%), dan keluarga tidak ada teman bertukar fikiran (69,4%). Penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi tambahan bagi perawat, khususnya dalam melakukan praktek keperawatan secara profesional sehingga dapat meningkatkan pelayanan dalam memberikan.

Kata kunci : Stresor, Keluarga, Anak, Rawat Inap.

[ KODE FILE : AP32 ]

Metode Pembelajaran klinik dan Hambatannya pada Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan XX

Pembelajaran klinik merupakan kegiatan penting dalam program pendidikan profesi Ners. Proses pembelajaran membutuhkan suatu metode yang tepat. Pemilihan metode pembelajaran klinik dipengaruhi oleh faktor-faktor penghambat pelaksanaan metode pembelajaran. Oleh karena itu, pembimbing klinik harus memahami faktor-faktor hambatan yang akan dihadapi untuk memilih metode yang tepat. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi metode pembelajaran klinik dan hambatannya pada Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas xxx. Desain penelitian yang dipilih adalah deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden dengan menggunakan propotional sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan hasil disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan metode pembelajaran klinik yang digunakan pembimbing klinik pada Departemen KMB dan Dasar lebih dominan menerapkan metode pemecahan masalah (69,6%) dan metode bed side teaching (52,2%). Hambatan tertinggi dalam memilih metode pembelajaran klinik adalah situasi (43,5%). Metode pembelajaran klinik yang lebih cenderung diterapkan pada Departemen Keperawatan Maternitas dan Anak adalah metode bed side teaching (100%), metode pemecahan masalah (77,8%), metode experiential (66,7%) dan metode preceptorship (66,7%). Hambatan situasi (88,9%), mahasiswa (55,6%) dan penilaian (55,6%) menjadi hambatan yang dikategorikan sedang. Metode yang lebih sering diterapkan Departemen Keperawatan Komunitas dan Jiwa adalah metode pemecahan masalah (80%) dan metode preceptorship (70%). Hambatan yang cenderung dialami dalam memilih metode pembelajaran klinik adalah mahasiswa (40%) dan penilaian (40%). Disarankan pembimbing klinik tetap mempertahankan penggunaan metode pembelajaran yang sudah baik dan lebih memvariasikan lagi metode pembelajaran untuk menghindari kejenuhan saat proses pembelajaran dan agar dapat meningkatkan pemahaman materi yang diajarkan.

Kata kunci : Metode Pembelajaran Klinik, Hambatan Profesi Ners

[ KODE FILE : AP31 ]

Analisis Peran Kepala Ruangan dalam Pelaksanaan Fungsi Manajemen Keperawatan; Persepsi Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum XX

Manajemen adalah kegiatan penting dalam organisasi. Manajemen keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan fungsi manajemen keperawatan yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, ketenagaan, pengarahan, dan pengendalian. Peran kepala ruangan dalam pengelolaan manajemen yang baik akan menentukan mutu pelayanan keperawatan dan asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran kepala ruangan dalam pelaksanaan fungsi manajemen keperawatan; persepsi perawat pelaksana di ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum xxx. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan sampel sebanyak 155 responden dari 21 ruang rawat inap yang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan hasil disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Analisa data dilakukan dengan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala ruangan melakukan perannya dalam pelaksanaan fungsi manajemen keperawatan sebesar (66,5%), fungsi perencanaan sebesar (76,1%), fungsi pengorganisasian sebesar (86,5%), fungsi ketenagaan sebesar (51,6%), fungsi pengarahan sebesar (76,8%), dan fungsi pengendalian sebesar (59,4%). Disarankan kepada kepala ruangan untuk tetap mempertahankan perannya dalam pelaksanaan manajemen keperawatan dan meningkatkan peran kepala ruangan dalam keterlibatan kepala ruangan dala perekrutan, pelatihan staf, membuat rincian tugas perawat, dan mengadakan survei kepuasan klien.

Kata kunci : Manajemen Keperawatan, Peran Kepala Ruangan

[ KODE FILE : AP30 ]

Persepsi Masyarakat Tentang Kinerja Perawat Puskesmas XX

Puskesmas adalah unit pelaksanaan teknis dinas kesehatan kabupaten atau kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu wilayah kerja. Keperawatan sebagai salah satu bagian integral penting dari pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas, diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi aspek promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitaif secara menyeluruh dan terpadu kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi persepsi masyarakat tentang pelayanan perawat puskesmas xxx. Desain yang digunakan adalah fenomenologi. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 7 orang dengan menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Content Analysis. Hasil penelitian menemukan empat tema terkait pelayanan perawat puskesmas xxx menunjukkan bahwa perawat puskesmas xxx memberikan pelayanan caring perawat kepada masyarakat, ditunjukkan melalui sikap perawat yang ramah terhadap pasien, perhatian terhadap keluhan pasien, rajin dalam mengerjakan tugasnya, memberikan pelayanan kesehatan umum dengan baik. Dari hasil penelitian juga didapat kelemahan dalam pelayanan perawat puskesmas xxx yaitu belum tepat waktu, kurang memberikan informasi, dan melakukan tugas non keperawatan. Harapan masyarakat tentang pelayanan perawat puskesmas dimasa mendatang akan pelayanan perawat yang lebih baik dan peningkatan keterampilan perawat dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat diwilayah kerja puskesmas xxx pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Peneliti merekomendasikan kepada puskesmas agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan bagi puskasmas untuk mengevaluasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan/keperawatan dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan dalam pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Kata kunci : Persepsi masyarakat, kinerja perawat

[ KODE FILE : AP29 ]

Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap RS XX

Perawat harus dapat melayani klien dengan sepenuh hati dan memerlukan kemampuan untuk memperhatikan orang lain, keterampilan intelektual, teknikal dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku caring. Caring adalah fenomena universal yang mempengaruhi cara berfikir, merasa, dan mempunyai hubungan dengan sesama. Perilaku caring perawat dipengaruhi oleh kecerdasan dasar yang dimiliki setiap manusia. Salah satunya kecerdasan spiritual yakni kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas. Penelitian bertujuan untuk menganalisa hubungan kecerdasan spiritual dengan perilaku caring perawat pada bulan Nopember 20xx dengan desain penelitian deskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian adalah perawat yang bertugas di ruang rawat inap RS XX sebanyak 108 perawat. Teknik pengambilan sampel adalah probability sampling yaitu jenis cluster sampling, pada sampel 70 perawat. Instrumen berbentuk kuesioner terdiri dari data demografi, kecerdasan spiritual, dan perilaku caring. Hasil penelitian kecerdasan spiritual perawat mayoritas baik dengan 97,1%. Hasil penelitian perilaku caring perawat mayoritas baik 87,1 %. Analisa pearson didapat arah hubungannya positif antara kecerdasan spiritual dengan perilaku caring responden dengan p<0,05 yaitu .000, dan tingkat hubungan yang sedang dengan r= 0,465. Rekomendasi dari hasil penelitian adalah diharapkan untuk memberikan pembekalan serta pembinaan bagi para perawat tentang pentingnya kecerdasan spiritual dalam mendorong perilaku caring pada perawat.

Kata kunci : Caring, Kecerdasan Spiritual, Pelayanan Keperawatan

[ KODE FILE : AP28 ]

Soft Skills Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas XX

Keberadaan perawat tidak terpisahkan dari proses pembangunan sistem pelayanan kesehatan yang keberadaannya memiliki tantangan sendiri terutama dengan semakin berubahnya kemajuan sosial ekonomi yang menuntut profesionalisme kerja yang dihasilkan dari serangkaian pemahaman terhadap teori dasar, pengalaman dalam praktek, mampu memenuhi etika kerja, mengasah komunikasi dan menjaga kecerdasan emosional. Sesuai dengan hakikatnya sebagai pendidikan profesi, maka kurikulum pendidikan tinggi keperawatan disusun berdasarkan pada kerangka konsep pendidikan yang kokoh, yang mencakup: penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi keperawatan, menyelesaikan masalah secara ilmiah, sikap tingkah laku dan kemampuan profesional, belajar mandiri serta belajar di Masyarakat. Penelitian ini dilakukan di fakultas keperawatan Universitas xxx, selama bulan November-Desember 20xx dengan menggunakan metode deskriptif. Cara pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 91 orang responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi yang ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki Soft Skills yang Baik yaitu sebanyak 62 orang (68,1%) dan memiliki Soft Skills Cukup sebanyak 29 orang (31,9%) Diharapkan mahasiswa ners dapat mempertahankan dan meningkatkan soft skills agar dapat memberikan pelayanan asuhan keperawatan yang komprehensif baik aspek bio, psiko, sosial dan spiritual dimana perawat merupakan first line layanan.

Kata kunci : Soft Skills, Mahasiswa Ners

[ KODE FILE : AP27 ]

Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Dalam Mutu Pelayanan Keperawatan Di Ruang Rawat Jalan Rumah Sakit XX

Pesatnya pertumbuhan rumah sakit saat ini meningkatkan persaingan antara rumah sakit yang satu dengan yang lain. Kondisi ini memaksa para pengelola rumah sakit untuk berpikir dan berusaha dalam mengolah rumah sakitnya guna mempertahankan dan meningkatkan kunjungan pasien dengan menampilkan dan memberikan pelayanan yang bermutu. Salah satu pelayanan tersebut adalah pelayanan keperawatan yang merupakan bentuk pelayanan yang diterima langsung oleh pasien. Dalam konteks ini, kunci utama pelayanan keperawatan yang bermutu adalah terpenuhi atau terlampauinya harapan pasien pada mutu pelayanan keperawatan yang diterimanya sehingga menghasilkan kepuasan pada pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan pada mutu pelayanan keperawatan di Rumah Sakit xxx. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dengan jumlah sampel 94 responden. Metode analisis yang digunakan dalam pengolahan data adalah Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien pada mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat jalan Rumah Sakit xxx sangat memuaskan (78,88%), dimana nilai rata-rata tingkat kepuasan pasien pada tiap dimensi mutu pelayanan keperawatan sangat memuaskan, yaitu reliability (76,35%), responsiveness (79,5%), assurance (80,28%), empathy (79,33%) dan tangible (79,73%). Diharapkan pihak manajemen berupaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dalam hal memberikan informasi yang dibutuhkan pasien dengan cepat dan mudah dimengerti, serta memberikan penyuluhan dengan sabar, jelas dan mudah dimengerti sesuai dengan keluhan dan kebutuhan pasien.

Kata kunci :  Kepuasan, Mutu Pelayanan, Keperawatan

[ KODE FILE : AP26 ]