Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas XX Kecamatan XX

Pada dasarnya masalah gizi timbul karena asupan gizi yang kurang pada balita, yaitu kurangnya konsumsi karbohidrat, proten, lemak dan mineral.Bila konsumsi selalu kurang dari kecukupan gizinya, maka seseorang akan menderita gizi kurang (Status gizi tidak normal). Sebaliknya, jika konsumsi gizi melebihi kecukupan gizinya, maka yang bersangkutan akan menderita gizi lebih (status gizi tidak normal).
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada balita di Wilayah Kerja Puskesma Malaka Kecamatan XX Kabupaten XX Tahun XX
Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan pendekatan cross sectional study dengan tujuan untuk mengetahui hubungan penyakit infeksi, dan pola asuh dengan status gizi pada balita .Sampel dalam penelitian ini adalah semua balita yang ada di wilayah kerja puskesmas malaka dengan pengambilan sampel secara Sistematik Random Sampling dengan jumlah 57 sampel, kemudian diuji statistik dengan menggunakan uji chi-square dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.
Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak, ada hubungan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita dengan nilai p ( 0,001 ) < ( 0,1 ), tidak ada hubungan pola asuhdengan status gizi pada balita dengan nilai p ( 0,3 ) < ( 0,1 ).
Untuk menurunkan angka kejadian gizi pada balita perlu perhatian khusus seperti memperhatikan pola asuh pada anak, tentang bahaya penyakit infeksi yang berdampak pada status gizi balita, serta perbaikan pola asuh terhadap anak demi peningkatan status gizinya.

Kode file : NW001

File skripsi ini meliputi :

– Bagian depan (daftar isi, dll)

– Bab 1 – 6 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

– Daftar Pustaka

– Lampiran2

Bentuk file : Ms.Word

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *